Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Maruarar: Gerindra Harus Terima Kenyataan PDIP Lebih Disukai Rakyat

MINGGU, 11 JUNI 2017 | 10:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pasca Pilkada DKI Jakarta, PDI Perjuangan malah berada di pososi teratas elektabilitas dibandingkan dengan partai lain.

Elektabilitas yang tinggi tersebut tidak bisa terlepas dari peran Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan Presiden Joko Widodo.

Megawati memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga dan mempertahankan suara partai di internal. Megawati mampu mensolidkan partai dan terus menerus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.


"Kemampuan Ibu Megawati mensolidkan dan menjaga Pancasila inilah yang menjadikan PDI Perjuangan masih dicintai dan dipercaya rakyat," kata politikus muda PDI Perjuanganm, Maruarar Sirait.

Selain Mega, lanjut Maruarar, figur Presiden Joko Widodo juga memiliki peran yang penting untuk mendongrak elektabilitas PDI Perjuangan. Rakyat masih menaruhkan harapan dan kepercayanya kepada mantan Wali Kota Surakarta ini.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh SMRC menunjukkan bahwa PDI Perjuangan masih pada posisi teratas yakni sebesar 21,7 persen dan disusul oleh Partai Gerindra sebesar 9,3 persen.

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh SMRC menunjukkan dalam pertanyaan terbuka bila pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan 34,1 persen pemilih secara sponta mendukung Jokowi dan 17,2 persen mendukung Prabowo. Saat dilakukan simulasi head to head elektabiltas Jokowi sebesar 53,7 persen jauh meninggalkan Prabowo Subianto yang hanya mendapat 37,2 persen.

Survei nasional ini dilakukan pada 14-20 Mei 2017 dengan melibatkan 1350 responden yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dari total populasi nasional yang sudah memiliki hak pilih pada pemilihan umum, yakni mereka yang berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah ketiva survei dilaksanakan. Margin eror survei ini rata-rata plus minus 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ​

Maruarar pun meminta Partai Gerindra harus menerima kenyataan ini. Yaitu pasca Pilkada DKI Jakarta, Jokowi lebih ungguk dari Prabowo dan PDI Perjuangan masih jauh di atas Gerindra.

"Itu pasti tidak akan mudah menerima kenyataan itu," demikian Maruarar.​[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya