Berita

Ilustrasi/net

Bisnis

DPR: Genjot Produksi Bawang Putih Harus Pakai Inovasi

SELASA, 06 JUNI 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Komisi IV DPR RI menyorot harga bawang putih di pasaran yang mengalami fluktuasi ekstrem. Misalnya di Kupang, harga bawang putih melonjak tajam dengan harga eceran tertinggi Rp 80.000 per Kg.

Harga tersebut naik hampir dua kali lipat dari harga jual bawang putih pada bulan Mei yakni Rp 50.000. Di Jakarta sendiri, harga bawang putih berkisar Rp 60.000-Rp. 65.000 per Kg.

Harga-harga di atas masih lebih tinggi dari harga tertinggi Kementerian Perdagangan, yakni Rp 38.000.


Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Sulaiman Hamzah, berpandangan, lonjakan harga bawang putih disebabkan ketergantungan Indonesia terhadap impor. Hampir 95 persen bawang putih nasional diimpor dan sebagian besar dari Tiongkok.

"Semua kuncinya ada di produksi. Kalau ketergantungan terhadap impor juga enggak baik," ucap Sulaeman dalam keterangan persnya.

Menurutnya, bawang putih memiliki karakteristik khusus. Tanaman sub tropis ini sangat sulit untuk tumbuh di negara tropis seperti Indonesia. Karena itu, dibutuhkan inovasi dalam bidang pertanian untuk menggenjot produktivitas bawang putih dalam negeri.

"Inovasi ini untuk membuat bawang putih bisa tumbuh subur dan berbuah di tanah-tanah tropis. Pengembangan produk pertanian ini bisa menjadi jawaban terhadap rendahnya produktivitas bawang putih dalam negeri," ujar Sulaiman.

Berkaca dari Tiongkok, inovasi di bidang pertanian di negara itu telah berhasil mendongkrak ekpor buah dan produk holtikultura lain hingga bisa ekspor dengan harga yang kompetitif. Untuk itu, tugas pemerintah, menekan impor agar dapat menumbuhkan produktivitas bawang putih dalam negeri.

Sementara, anggota Komisi VI DPR RI, Slamet Junaidi, mengaku heran harga komoditi ini sering tidak stabil. Padahal harganya sudah dipatok oleh Kementerian Perdagangan dengan harga eceran tertinggi (HET).

"Terkesan harganya coba-coba dipermainkan oleh para spekulan yang ingin mengeruk keuntungan lebih dengan memanfaatkan tingginya permintaan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri," ucapnya.  

Diakuinya, hampir 95 persen kebutuhan bawang putih nasional berasal dari negera lain, seperti Tiongkok dan India. Produksi dalam negeri saat ini baru bisa mencukupi kebutuhan sebesar 5 persen saja. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya