Berita

Politik

Megawati: Pancasila Masa Depan Asia

KAMIS, 01 JUNI 2017 | 12:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Perdamaian di Indonesia bisa berjalan baik karena bangsa Indonesia bersepakat untuk memegang lima prinsip hidup yang terkandung dalam Pancasila.

Demikian disampaikan Megawati Soekarnoputri dalam sebuah forum internasional Jeju Forum for Peace and Prosperity di Korea Selatan (Kamis, 1/6). Megawati Sukarnoputri memang tidak berada di Indonesia merayakan hari lahir ke-72 Pancasila, tetapi Megawati justru merayakannya di audiens yang lebih besar.

"Prinsip pertama Pancasila menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang berkeyakinan pada Tuhan, sekaligus menjadi bangsa yang menghargai perbedaan keyakinan," urai Mega saat membacakan sila pertama.


Prinsip kedua berbicara tentang nilai kemanusian adalah bagian yang meneguhkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung kemerdekaan bagi seluruh umat, tanpa memandang sekat-sekat rasial.

"Pendiri bangsa kita tahun 1955 telah mampu mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika di Bandung, itu adalah bagian dari perwujudan menjunjung perdamaian dan kemerdekaan," dijelaskan putri tertua pencetus Pancasila ini.

Indonesia melalui sila ketiga juga menunjukkan bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa juga bisa hidup berdampingan dengan komunitas internasional tanpa harus terjebak dalam nasionalisme sempit bernama chauvimisme.

"Demokrasi, bukan monopoli Barat. Lewat prinsip permusyarakatan dan mufakat, Bangsa Indonesia telah menjalankan prinsip demokrasi," imbuh Mega dengan meyakinkan.

Politisi yang pernah terpilih sebagai anggota DPR tiga periode ini pun mengatakan bahwa prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial sudah menjadi prinsip Indonesia sejak berdiri.

"Dengan kerendahan hati, saya menawarkan agar negara-negara Asia menggunakan kelima prinsip ini. Saya yakin kelima sila yang telah menjadi acuan yang hidup bagi Indonesia bisa berguna bagi bangsa Asia lainnya," ujar istri almarhum Taufik Kiemas ini.

Megawati Sukarnoputri menjadi pembicara pertama dalam sesi "Leaders Vision". Setelah Mega, mantan Presiden Portugal Anibal Cavaco Silva berbicara tentang peran Uni Eropa dalam persoalan ekonomi dan keamanan regional Asia. Kemudian dilanjutkan mantan Presiden Mongolia Punsamaa Ochirbat dan mantan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Hong-koo.

Sebelum Mega, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore juga menjadi pembicara dalam sesi khusus. Al Gore menyoroti kualitas hidup yang merosot akibat kerusakan lingkungan.

Mega dan Al Gore pun sempat melakukan pertemuan khusus selama 40 menit guna membicarakan penyelamat dunia dari kerusakan lingkungan. Dalam pertemuan khusus itu, Al Gore dan Mega sepakat untuk menjalin kerja sama demi kelestarian alam. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya