Berita

Firza Husein/RM

Hukum

Teman Pengajian Firza Diintimidasi Penyidik Polda

KAMIS, 18 MEI 2017 | 16:58 WIB | LAPORAN:

Teman pengajian Firza Husein, Fatimah alias Kak Emma, diintimidasi penyidik Polda Metro Jaya (PMJ).

Intimidasi terjadi saat dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan percakapan dan foto berkonten porno Firza dengan Rizieq Shihab.

"Dalam proses BAP saya selama tiga kali oleh (penyidik) PMJ para penyidik nampak memaksakan. Dengan menggiring pembicaraan saya agar mengakui semua yang dituduhkan kepada Habib Rizieq. Bahkan saya ditekan secara psikologis, agar mengakui dan membenarkan atas tuduhan tersebut yang saya tidak mengetahui akan hal itu," kata Emma di Jakarta, Kamis (18/5).


Dia mengaku, belum terlalu lama mengenal sosok Firza. Sepengetahuan dirinya, Firza pernah ikut majelis taklim di Petamburan, Jakarta Barat satu kali. Serta dua kali di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat.

Namun, Emma menampik jika dirinya pernah menyampaikan pengakuan terkait hubungan asmara antara Firza dan Rizieq. Untuk itu, Emma menduga, kasus ini telah direkayasa. Tujuannya untuk membunuh karakter Rizieq.

"Saya menyimpulkan ini adalah kasus yang direkayasa sedemikian rupa. Dengan tujuan keji untuk membunuh karakter Habib Rizieq sebagai ulama panutan. Untuk dipermalukan, lalu ditinggalkan umat islam. Karena dianggap akan menghalangi gerakan komunis di Indonesia. Serta menghalangi proses penjajahan cina terhadap Indonesia," paparnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Azis Yanuar, menyebutkan jika kliennya Firza memang kerap bercerita dengan Kak Emma. Namun, hal itu tidak termasuk dalam kategori curhat seperti yang dimaksud.

"Bukan curhat ya. Cerita saja. Enggak sampai mendalam," kata Azis, Rabu (17/5) malam.

Firza sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan percakapan (chat) dan foto berkonten porno. Namun, polisi tidak menahan Firza karena alasan kesehatan. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya