Berita

Hukum

Dalam BAP Paulus, Setya Novanto Pernah Bertanya Soal Perkembangan E-KTP

KAMIS, 18 MEI 2017 | 16:38 WIB | LAPORAN:

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

BAP ter tanggal 17 Mei 2016 itu merupakan penjelasan mengenai pertemuan antara Paulus bersama tersangka Andi Agustinus dan Ketua DPR yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto.

Dalam BAP, Paulus menjelaskan kepada penyidik KPK bahwa Setya Novanto sempat bertanya mengenai perkembangan proyek E-KTP. Berikut isi BAP Paulus yang dibacakan JPU.


Pada pertemuan di SCBD, Setya Novanto menanyakan bagaimana perkembangan E-KTP dan bagaimana produksi Sandipala. Selanjutnya di hadapan saya, Setya Novanto menanyakan kepada Andi, bagaimana ini? (Mungkin maksudnya terkait komitmen atau sesuatu dari saya). Kemudian Andi Narogong mengatakan pada Setya Novanto, Pak masih sama, Pak dengan hasil pertemuan di Wijaya. Kemudian Setya Novanto mengatakan kepada Andi Narogong, wah payah. Dengan selanjutnya setelah itu, saya pergi dari kantor Setya Novanto.

"Apakah percakapan itu benar-benar terjadi Pak Paulus?" tanya JPU usai membacakan BAP di persidangan ke-15 perkara korupsi E-KTP di persidangan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Kamis (18/5).

"Setelah saya ingat-ingat, kejadian yang sebenarnya adalah yang saya ceritakan di persidangan ini," jawab Paulus kepada Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, Paulus sudah menjelaskan kepada Ketua Hakim John Butarbutar bahwa ia diajak Andi Agustinus atau Andi Narogong untuk bertemu Setya Novanto yang ketika itu masih menjadi Ketua Fraksi Golkar di DPR. Mereka menemui Novanto sebanyak dua kali.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan terjadi setelah konsorsium pelaksana E-KTP terbentuk. Dan Setya Novanto tidak pernah menanyakan hal apa pun terkait proyek eKTP dalam tiap pertemuan.

Saat pertemuan pertama di rumah Setya Novanto, Paulus menjelaskan pada Hakim bahwa pertemukan hanya terjadi antara ia dan Setya Novanto. Karena Andi Narogong terlambat hadir dan Novanto sudah terlanjur pergi.

Namun pernyataan itu pun kembali berbeda dengan isi BAP yang dibacakan JPU.

Kemudian sekitar pagi hari saya bersama Andi Agustinus janjian untuk bertemu di Jalan Wijaya 13 Jakarta Selatan. Selanjutnya setelah pertemuan di rumah Novanto, saya dan Andi masuk ke rumah Novanto dan bertemu Setya Novanto. Waktu bertemu, saudara Andi Agustinus memperkenalkan saya kepada Setya Novanto dengan mengatakan ini Pak yang mengerjakan proyek E-KTP.

"Bagaimana ini, kok bisa beda? Jadi mana yang benar?' Tanya jaksa usai membacakan BAP Paulus.

"Pada saat itu kekurangan dari saya. Tapi seingat saya step by step kejadiannya adalah yang sebenarnya yang saya ungkapan dipersidangan ini," jawab Paulus.

Jaksa kembali meminta penjelasan pada Paulus terkait isi BAP yang berbeda dengan kesaksiannya hari ini.

"Ini keterangan saudara atau dibuat-buat?" tanya jaksa lagi.

"Keterangan dari saya, Pak," jawabnya. [zul]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya