Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Terdakwa e-KTP Akui Terima Duit Andi Narogong

RABU, 17 MEI 2017 | 18:36 WIB | LAPORAN:

Terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Irman mengaku pernah menerima uang dari Andi Narogong.

Uang diterima Irman melalui adik Andi, yakni Vidi. Fakta itu juga pernah mencuat dalam persidangan e-KTP yang berlangsung belum lama ini di Pegadilan Tipikor Jakarta.

"Iya, betul," jawabnya singkat usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK Jakarta, Rabu (17/5).


Irman berada di dalam ruang pemeriksaan sekitar 7 jam lamanya. Selama pemeriksaan, dia ditanyakan penyidik soal sepak terjang Andi Narogong.

"Saya diperiksa sebagai saksi Andi. Ya semuanya (pertanyaan) tentang Andi," jelasnya.

Irman dijadikan tersangka oleh KPK sejak akhir September 2016. Selain Irman, KPK telah menetapkan pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP, Sugiharto, sebagai tersangka sejak 22 April 2014.

Selain itu dua tersangka lainnya, Andi Agustinus dari pihak swasta yang diduga berperan dalam proses bagi-bagi uang ke sejumlah pihak. Dan tersangka pemberi keterangan palsu dalam persidangan, Miryam S Haryani. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya