Kementerian Pemuda dan Olahraga/Net
KPK dan BPK diminta melakuÂkan audit menyeluruh dan terbuka atas indikasi bocornya dana hibah kepemudaan dan dana hibah revitalisasi fasiliÂtasi sarana prasarana olahraga di Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Hal ini disampaikan Sekjen DPP KNPI Fadhly Alimin. "Ada laporan dari rekan-rekan organisasi kepemudaan, banÂyak dana hibah kepemudaan dan revitalisasi sarana olahraga yang salah sasaran," ujarnya.
Dana bantuan kepemudaan, ingat Fadhly, harus diberikan kepada organisasi kepemudaan nasional yang mempunyai struktural tingkat pusat hingga daerah. Kemudian mempunyai kelengkapan administrasi sesÂuai aturan yang berlaku.
"Tapi informasi yang kami dapat di lapangan, banyak anggaran yang diberikan keÂpada ormas, yayasan, lembaga swadaya masyarakat (LSM) tertentu yang dianggap dekat dengan oknum petinggi di keÂmenterian ini," ungkapnya.
Belum lagi, lanjut Fadhly, dana revitalisasi sarana dan prasarana olahraga di daerah-daerah yang salah sasaran dan terkesan asal-asalan. Ada juga indikasi pekerjaan fikÂtif. "Kalau laporan ini benar, berarti kemenegpora diduga melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan kewenangan. KPK dan BPK kami minta audit menyeluruh dana tersebut secepatnya."
Untuk diketahui, dikutip dari lama resmi http://kemenpora.go.id, sejak 2015 Kemenpora telah menggulirkan Program Dana Bantuan Pemerintah Untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa atau yang lebih popular dikenal dengan nama program 1 desa 1 lapangan.
Program yang pertama kali digagas oleh Menpora Imam Nahrawi (karena belum perÂnah terjadi sebelumnya) ini merupakan penjabaran kebiÂjakan pemerintah berdasarÂkan 9 agenda prioritas Nawa Cita khususnya butir ketiga "membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan".
Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan peran serÂta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang Keolahragaan, meningkatkan prasarana dan sarana olahraga yang layak dan memenuhi stanÂdar dan mengembangkan miÂnat, bakat dan potensi olahraga di daerah khususnya di tingkat desa. ***