Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian Bripka Teguh

SELASA, 16 MEI 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN:

Proses penyelidikan terkait meninggalnya Bripka Teguh Dwiyatno masih terus dilakukan oleh aparat Kepolisian.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menerangka, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan bahwa kematian Bripka Teguh lantaran bunuh diri atau kecelakaan kerja. Sebab, anggota Brimob itu tidak pernah melakukan pelanggaran selama menjadi anggota Polri.

"Yang bersangkutan ini bersungguh sungguh bekerja secara optimal dalam pelaksanaan tugasnya. Tapi kemudian ini jadi peristiwa yang berakibat meninggalnya orang tentu kita selidiki," ujar Martinus di komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/5).


Sebelumnya, Bribka Teguh. ditemukan tewas di Asrama Brimob Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin (15/5).

Tewasnya Bribka Teguh diketahui setelah dalam proses pemeriksaan terdapat luka tembak di atas pelipis kanan yang menembus ke kepala belakang kiri. Luka tembak itu diduga disebabkan oleh senjata api genggam jenis revolver.

Kematian Teguh diduga bunuh diri lantaran tekanan atas pemeriksaan terhadap dirinya mengenai kasus peluru yang menyasar ke rumah pribadi Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini, di Jalan Mustawarah Nomor 10 Kelurahan Sawah, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan pada Kamis (4/5) lalu. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya