Berita

Novel Baswedan/Net

Hukum

Akhir Pekan Ini, Novel Baswedan Akan Jalani Operasi Mata

SELASA, 16 MEI 2017 | 11:48 WIB | LAPORAN:

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan akan menjalani operasi membran sel pada ke dua matanya.

Dini hari tadi (Selasa, 16/5), pukul 01.15 waktu Singapura, Novel melakukan pengambilan foto thorax atau rontgen, hari sebelumnya juga dilakukan pengecekan kornea. Hal itu merupakan bagian dari persiapan jelang operasi.

"Dokter mempertimbangkan untuk melakukan operasi pemasangan membran sel (baby skin) pada kedua mata Novel pada akhir minggu ini. Membran akan diambil dari plasenta bayi," ujar Juribicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya.


Menurut dokter, kata Febri, operasi dilakukan untuk merangsang pertumbulan sel-sel pada mata yang rusak akibat penyiraman air keras. Namun operasi tersebut berpotensi menyebabkan mata Novel Baswedan menjadi kabur pasca operasi.

"Efek operasi, pasien dalam beberapa minggu akan mengalami pandangan yang sangat kabur atau blur," imbuhnya.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan kemarin, bagian tengah kornea mata sebelah kanan masih ditemukan inflamasi atau peradangan. Terjadi pertumbuhan lapisan, namun lambat.

"Sedangkan untuk mata kiri pertumbuhan pembuluh darah mata juga terhitung lambat. Namun tekanan mata normal setelah pemberian obat. Hal ini akan terus dikontrol ke depan," jelas Febri.

Novel Baswedan disiram menggunakan air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa (11/4) subuh lalu. Telah lewat dari sebulan pasca penyerangan terjadi, namun pihak kepolisian belum menangkap pelaku.

Polisi sempat memeriksa tiga orang yang dicurigai sebagai pelaku penyerangan. Namun tidak ditetapkan sebagai tersangka karena tidak ada cukup bukti yang menguatkan.[wid]



Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya