Berita

Hukum

Ternyata, Polisi: Tak Ada Ancaman Pembunuhan Ahok

SENIN, 15 MEI 2017 | 19:44 WIB | LAPORAN:

Relokasi penahanan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang ke Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) bukan karena faktor dugaan pembunuhan.

Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono.

"Sebenarnya tidak ada juga ya. Kita belum mendengar seperti itu (dugaan pembunuhan)," tegas Argo, Senin (15/5).


Menurut Argo, relokasi penahanan tervonis perkara penodaan agama itu sudah sesuai prosedur. Apalagi, sistem keamanan di rutan memiliki penjagaan yang ketat.

"Yang namanya sudah di rutan itu kan penjagaannya ketat ya," papar Ahok.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan, pemindahan Ahok dari rutan Cipinang ke Mako Brimob merupakan saran darinya.

Menurut dia, ada beberapa alasan yang mendasari pemindahan Ahok pada Rabu dinihari lalu. Salah satunya ancaman pembunuhan.

Kala itu, Yasonna ditelepon Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Totalnya, ada 3.733 penghuni dan sulit menjamin keamanan.

"Karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh," kata Yasonna, Minggu (14/5). [zul]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya