Berita

I Wayan Sudirta/Net

Hukum

Pengacara Ahok: Selama Putusan Tidak Adil, Semua Akan Bergerak

SABTU, 13 MEI 2017 | 12:24 WIB | LAPORAN:

. Kuasa hukum terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, I Wayan Sudirta memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya hukum hingga Ahok mendapatkan keadilan.

Tim pengacara memastikan akan terus melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan terhadap Ahok hingga kasasi di tingkat Mahkamah Agung.

"Kalau Pak Ahok diperlakukan secara tidak adil, panjang jalannya," tegas dia dalam diskusi bertajuk 'Dramaturgi Ahok' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5).


Tidak hanya itu, Wayan juga memperkirakan bahwa aksi dukungan kepada Ahok seperti Aksi Bakar Lilin dan Aksi Karangan Bunga di beberapa titik akan terus berlanjut hingga mantan Gubernur Jakarta itu mendapatkan keadilan.

Hal itu dikatakannya menanggapi Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah yang meminta Aksi Bakar Lilin dan Aksi Karangan Bunga dihentikan karena khawatir akan terjadi gesekan dengan alumni Aksi Bela Islam, yang menuntut Ahok dihukum maksimal.

"Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara teriakannya (massa kontra Ahok) keras luar biasa, isinya bagi sebagian orang sangat menakutkan. Sedangkan bunga ini kan bahasa yang paling halus. Mereka berteriak nggak mau, (jadi) pakai bunga. Dan mereka baru ributkan kalau rakyat teraniaya. Ini yang terakhir ini kan karena penahanannya sulit dicarikan akal sehat dan pasal-pasal kita, makanya mereka seperti ini," jelas Wayan.

Wayan kemudian mengingatkan kepada semua majelis hakim yang akan memutuskan perkara untuk bersikap adil agar semua masyarakat bisa hidup tenteram, aman dan damai.

"Karena sekali lagi, selama putusan ini tidak adil, pastilah mereka riuh, pastilah mereka ribut. Kalau adil itu bisa diperpendek, kalau tidak adil dirasakan oleh​ semua pihak, semua akan bergerak," pungkasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya