Berita

Novel/RMOL

Hukum

Tuntut Penuntasan Kasus Novel, KPK Ngadu Ke Jokowi

JUMAT, 12 MEI 2017 | 19:56 WIB | LAPORAN:

Keluarga Novel Baswedan menilai pihak kepolisian terlalu lamban mengusut pelaku penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi itu.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihak keluarga Novel menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja polisi.

"Kami mendapat informasi dari pihak Novel bahwa keluarga cukup kecewa. Karena sudah sebulan sejak penyerangan namun pelaku belum terungkap," ujar Febri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/5).


Menurutnya, hal itu akan menjadi konsen KPK untuk melakukan strategi atau langkah-langkah baru dalam mengungkap dalang teror terhadap Novel Baswedan. Baik dengan melakukan koordinasi dengan kepolisian juga dengan mengadukan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kami sangat menghormati apa yang dikatakan presiden yaitu perintah untuk segera menuntaskan. Yang menjadi kekhawatiran kami jika kasus ini tidak terungkap akan kembali terulang lagi," jelas Febri.

Dia menambahkan, perlu adanya dialog antara KPK, Polisi, juga presiden untuk mencari jalan keluar penuntasan kasus Novel. Meski begitu, Febri belum bisa memastikan apakah pembicaraan akan dilakukan untuk meminta presiden membentuk tim independen atau tim khusus pencari fakta.

"Kita belum secara spesifik apa akan buat tim independen atau perkuat tim yang ada, kita belum sampai ke sana. Namun sampai 30 hari yang ada, kita tidak bisa menunggu begitu saja. Perlu ada strategi-strategi lain," ujar Febri.

Lebih lanjut, rencana mengadu ke Presiden Jokowi juga masih dalam pembahasan internal KPK. Selain juga perlu melakukan koordinasi terlebih dulu dengan jajaran Polri.

"Kami belum menyampaikan surat (pengajuan), dan kita sedang membicarakan secara serius," pungkas Febri. [wah]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya