Berita

Pertahanan

Nobar Wawancara Panglima TNI Digelar Sesuai Perintah Atasan

JUMAT, 05 MEI 2017 | 14:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wawancara dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sebuah talkshow di Kompas TV tadi malam, mendapat perhatian dari prajurit TNI di seluruh Indonesia. Seperti terjadi di Markas Kodim 0716/Demak.

Talkshow berjudul "Membidik Jokowi Lewat Ahok" tersebut dibawakan oleh wartawan senior, Rosiana Silalahi, Kamis malam (4/5).

Dalam keterangan pers Pendim 0716, para Perwira Staf, Danramil Jajaran Kodim 0716 dan Prajurit maupun pegawai negeri sipil yang berjumah sekitar 98 orang, menggelar acara nonton bareng alias nobar wawancara Panglima TNI di Aula Makodim 0716/Demak Jalan Kyai Singkil nomor 1, Bintoro.


Pasiter Kodim 0716/Demak, Kapten Inf Mulyadi, mengatakan, nobar kemarin adalah sesuai petunjuk dari komando atas melalui surat agar seluruh prajurit menonton siaran talk show tersebut.

Pada acara yang disiarkan secara langsung tersebut, Panglima TNI  memanfaatkan kesempatan untuk memberi gambaran dan pandangannya mengenai kapasitas Panglima TNI terkait masalah tugas dan tanggung jawab.

Panglima menegaskan, sampat saat ini TNI masih merupakan institusi paling dipercaya publik berdasarkan beberapa survei yang dilakukan. Gatot juga menekankan bahwa Presiden RI sebagai panglima tertinggi dan TNI senantiasa patuh serta selalu mengikuti instruksi dan perintah yang diberikan Presiden kepada TNI.

Panglima juga meluruskan polemik yang diakibatkan tulisan wartawan investigasi asal Amerika Serikat, Alllan Nairn. Tulisan yang Allan klaim sebagai hasil investigasi itu dianggap menyudutkan TNI dengan menyebut Panglima TNI bersepakat dengan kelompok tertentu untuk menggulingkan pemerintahan dengan menciptakan kekacauan di kalangan masyarakat.

Bagi Jenderal Gatot, tulisan tersebut tidak perlu ditanggapi karena sebatas opini yang tidak berdasar fakta dan cenderung bermaksud memecah belah persatuan bangsa Indonesia. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya