Berita

Jalur Puncak/Net

Nusantara

Jalur Puncak Mulai Terlupakan Sejak Ada Jagorawi

MINGGU, 30 APRIL 2017 | 18:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Selain masalah perawatan kendaraan, kecelakaan maut yang terulang kembali di jalur Puncak, Bogor juga tidak terlepas karena jalur ini mulai dilupakan pemerintah.

Begitu kata anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejono dalam wawancara dengan sebuah televisi swasta nasional sesaat lalu, Minggu (30/4).

Ketua DPP PDIP itu menjelaskan bahwa secara kondisi fisik bus transportasi seharusnya lebih nyaman daripada bus reguler yang setiap hari beroperasi.


Namun dua kecelakaan maut di Puncak dalam dua pekan terakhir yang menimpa bus pariwisata membuktikan bahwa kenyamanan itu harus diikuti oleh perawatan mesin bus.

"Jadi bukan berarti perawatannya tidak diperhatikan. Masalah rem blong ini kan seharusnya periode yang sudah kita lewati," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kecelakaan itu bukan semata karena kelalain pihak bus. Tapi juga perhatian pemerintah yang mulai melupakan akses jalan di Puncak.

"Kondisi jalan di puncak ini bisa dikatakan agak terlupakan sejak munculnya Tol Jagorawi," ujarnya.

Jalur Puncak, lanjutnya, dibiarkan sempit karena tidak terlalu banyak mobil yang lewat setiap harinya. Meski begitu, di setiap libur panjang, jalur ini menjadi magnet bagi masyarakat yang membutuhkan liburan. Sehingga kepadatan lalulintas tak bisa dihindarkan di jalur ini.

"Jadi perlu ada perhatian. Di sana (Jalur Puncak) begitu ada kecelakaan bukan roda empat dengan roda empat yang terlibat, tapi ada motor juga. Kalau macet terus ada motor kan semakin menyempit. Ini karena tidak lebar jalannya, makanya akan beruntun kecelakaannya," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya