Berita

Net

Olahraga

Penjaringan Tidak Netral, Alex Asmasoebrata Ancam Bikin KONI Tandingan

JUMAT, 28 APRIL 2017 | 00:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pencalonan Dody Rahmadi Amar di bursa calon ketua umum Komite Olah Raga Indonesia (KONI) DKI Jakarta membuat situasi memanas.

Keputusan Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) meloloskan Dody sebagai satu-satunya calon ketua umum KONI DKI dinilai tidak sah. Sebab, saat pengumuman hasil penetapan TPP pada 26 April terdapat catatan berupa dissenting opinion atau beda pendapat dari salah satu anggota TPP yakni Widodo Edi Sektianto.

"Dody Amar tidak memenuhi persyaratan administratif. Karena sampai batas waktu akhir penyerahan dokumen tanggal 25 April 2017, pukul 16.00 WIB, Dody tidak menyerahkan tiga dokumen yakni keterangan domisili," ujar ‎Ketua Forum Cabang Olah Raga DKI Alex Asmasoebrata di kantornya, Kamis (27/4).


"Baru ada copy KTP dan KK, menyampaikan visi misi dan surat keterangan dokter yang menyatakan berbadan sehat jasmani dan rohani dari RSPAD Gatot Subroto," lanjutnya.

Selain itu, Alex juga menyayangkan terdapat enam orang anggota TPP yang dinilai tidak netral. Secara terang-terangan mereka hadir dan mendukung dalam deklarasi salah satu bakal calon ketum KONI DKI yang diadakan di FX Plaza, Senayan pada 17 April lalu.

"Saya selaku ketua Forum Cabor DKI sangat menyayangkan terjadinya berbagai intrik kecurangan tersebut. Kami sudah adukan masalah ini ke KONI pusat, DPRD DKI, dan Kadisorda DKI," jelasnya.

Lebih lanjut, Alex mengancam akan membentuk KONI DKI tandingan, jika Dody Amar tetap diusung menjadi calon ketum KONI DKI periode 2017-2022.

"Kami tidak akan mengakui jika Dody tetap diusung menjadi ketua KONI DKI. Dan kalau perlu kami akan membentuk KONI DKI tandingan," tegas mantan pembalap nasional itu. [wah]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya