Berita

Foto/Net

Politik

OPINI JAYA SUPRANA

Parade Papan Bunga

KAMIS, 27 APRIL 2017 | 07:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEPANJANG jalan Merdeka Medan Selatan, Jakarta Pusat dihias parade papan bunga ucapan selamat kepada Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Berbagai tanggapan bermunculan mulai dari yang takjub sampai yang kritis.

Penulis kritik sosial tersohor tajam, Zeng Wei Jian menyayangkan ratusan parade papan bunga tersebut sebagai kemubaziran sebab dalam beberapa hari akan menjadi sampah tanpa bisa merubah kemenangan Anies-Sandi pada pilkada 2017.


Parade papan bunga dinilai kontradiktif dengan kenyataan bahwa sudah setahun para korban penggusuran Pasar Ikan masih sengsara hidup di atas puing. Demikian pula warga Bukit Duri terpaksa hidup dalam pengungsian akibat digusur secara paksa.

Memang di alam demokrasi Orde Reformasi wajar apabila setiap warga Indonesia, termasuk Zeng Wei Jian, berhak memiliki dan mengungkapkan pendapat.

Sebagai warga Indonesia, saya juga berhak memiliki dan mengungkapkan pendapat yang tidak harus sama dengan  Zeng Wei Jan.

Maka beda dari Zeng yang menerawang dengan lensa kesenjangan sosial, saya mencoba menerawang dengan lensa ekonomi dan kebudayaan.

Diterawang dengan lensa ekonomi, parade papan bunga bermakna positif dan konstruktif bagi industri papan bunga yang membuka kesempatan kerja bagi para petani bunga, penata papan bunga, pengirim papan bunga dan pengusaha papan bunga.

Diterawang dengan lensa kebudayaan, parade papan bunga menghias Medan Merdeka Selatan merupakan bukti bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika masih mantap hadir di persada Nusantara tercinta ini.

Warga Indonesia terdiri dari ribuan suku yang masing-masing memilki kebudayaan beda satu dengan lainnya. Kebudayaan suku Jawa beda dari suku Batak yang juga beda dari suku Melayu yang juga beda dari suku Bugis atau Menado atau Maluku atau Papua yang juga beda dengan kebudayaan suku Cina yang kini berdasar kepres disebut sebagai Tionghoa.

Dalam keragaman kebudayaan yang saling beda termasuk pula cara masing-masing menyampaikan ucapan selamat yang tentu saja juga saling beda satu dengan lainnya.

Suku Tionghoa yang berada di kota-kota besar termasuk ibu kota Indonesia memiliki tradisi menyampaikan ucapan selamat dalam bentuk papan bunga. Maka ketika menyaksikan parade papan bunga semarak menghias Medan Merdeka Selatan, yang spontan timbul di lubuk sanubari saya adalah rasa syukur.

Terbukti tak terbantahkan: suasana Bhinneka Tunggal Ika masih mantap hadir di persada Nusantara tercinta ini.

Dipandang dengan lensa kesenjangan sosial, parade papan bunga mungkin terkesan sebagai pemborosan tidak selaras kenyataan jarak kesenjangan antara si kaya dengan si miskin makin melebar. Namun dipandang dengan lensa kebudayaan, parade papan bunga merupakan ungkapan citra Bhinneka Tunggal Ika khas bangsa Indonesia dimana setiap warga Indonesia berhak menyampaikan ucapan selamat dengan cara masing-masing.

Maka sebagai seorang warga Indonesia, saya juga berhak menyampaikan ucapan selamat kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dengan cara saya yaitu melalui naskah yang dimuat atas budi baik Kantor Berita Politik Rakyat Merdeka Online (RMOL) yang sedang anda baca ini.

Melalui naskah sederhana ini saya menyampaikan ucapan selamat kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai dua putera terbaik bangsa Indonesia yang telah mempersembahkan dharma-bakti mereka kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia. Merdeka!. [***]

Penulis adalah warga Indonesia yang juga Pendiri Museum Rekor MURI

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya