Berita

Johan Budi/Net

Politik

Johan Budi: Pertimbangan Reshuffle Bukan Cuma Kinerja Menteri

MINGGU, 23 APRIL 2017 | 19:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wacana perombakan Kabinet Kerja kembali menyeruak setelah Presiden Jokowi menyinggung hal tersebut dalam Kongres Ekonomi Umat yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (22/4).

Setidaknya dalam pernyataan itu, Jokowi menyebut bahwa faktor kinerja menjadi alasan dasar perombakan itu terjadi.

Namun demikian, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi tidak menampik jika faktor politik turut menjadi pertimbangan dalam merombak kabinet.


"Kalau reshuffle tidak hanya kinerja. Saya kira perombakan juga mempertimbangkan persoalan dukungan politik dalam menyikapi kasus terkini," ujarnya di salah satu televisi swasta, Minggu (23/4).

Johan Budi kemudian menjelaskan mengenai perombakan kabinet yang terjadi sebelumnya. Saat itu, reshuffle dilakukan melalui pertimbangan kinerja dan politik.

"Track record presiden dalam melakukan reshufle itu selalu tidak hanya pertimbangan-pertimbangan mengenai kinerja, tapi juga dalam politik. Bisa saja (kali ini) seperti itu," ungkapnya.

Namun begitu, Johan enggan menyebut bahwa pertimbangan politik yang dimaksud berkaitan dengan gelaran Pilkada DKI Jakarta.

"Saya tidak tahu apakah pernyataan Presiden Jokowi (bisa) ditasirkan (berhubungan) dengan pilkada. Dalam konteks Kongres Ekonomi Umat, Presiden kan singgung berkaitan kinerja, mengenai sertifikasi tanah refomasi agraria," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya