Berita

Firman Jaya Daeli/Net

Politik

Pancasila Tidak Merekomendasikan Perilaku Radikal Dan Intoleran

MINGGU, 23 APRIL 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Semangat dan etos Pancasila pada dasarnya meletakkan perspektif ketuhanan dalam kerangka untuk menumbuhkan dan mengukuhkan landasan etik, moral, dan spritual dalam kehidupan kemanusiaan. Jiwa dan roh Pancasila menempatkan spiritualitas yang bersifat universal dan sosial ini bergerak dan bekerja secara terbuka, moderat, dan toleran.

Begitu kata mantan anggota Komisi Politik dan Komisi Hukum DPR RI Firman Jaya Daeli saat menjadi pembicara dalam forum dialog terbuka bertema "Silaturahim Kebangsaan: Membumikan Pancasila dan Menjaga NKRI" di gedung Pengurus Wilayah NU Nusa Tenggara Barat (NTB), Mataram, Lombok, NTT, beberapa waktu lalu.

Spiritualitas Pancasila, kata dia, lahir dan tumbuh bukan untuk mengembangkan dan menularkan sektarianisme, primordialisme, radikalisme.


"Pancasila dipastikan tidak merekomendasikan sifat-sifat dan sikap perilaku sektarian, primordial, ekstrim, intoleran, fundamentalis, dan radikal. Sifat dan sikap ini bukan merupakan kenyataan sifat, sikap, dan kepribadian masyarakat dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Spritualitas Pancasila, jelasnya, lahir dan bangkit untuk menumbuhkan, menggandakan, dan membesarkan spiritualitas yang berkebudayaan, berkemanusiaan, berkeadaban, berkesatuan, bergotong royong, berkerakyatan, bermusyawarah, dan berkeadilan.

"Sebuah spiritualitas yang berbudaya, beradab, dan manusiawi," ungkapnya.

Selain Firman, acara ini juga turur menghadirkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Mataram Fairuz Zabadi dan akademisi Institut Agama Islam Negeri / IAIN Mataram NTB, Saleh Ending

Sejumlah tokoh dan pemuka agama dari kalangan NU dan Muhammadiyah turut hadir dalam diskusi ini. Termasuk, para aktivis organisasi ekstra kampus dari Kelompok Cipayung, komunitas pekerja sosial dan aktivis NGO (Civil Society), hingga kalangan jurnalis.

Dalam diskusi ini pembicara dan peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran strategis dan kontekstual dalam bingkai kebersamaan untuk membedah tema pokok bahasan "Membumikan Pancasila Dan Menjaga NKRI". [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya