Berita

Foto/Net

Politik

HNW: Media Barat Ngaco Sebut Anies Didukung Islam Garis Keras

JUMAT, 21 APRIL 2017 | 04:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyesalkan pemberitaan media-media Barat tentang gelaran Pilgub DKI 2017. Dalam hal ini, media-media Barat menyebut kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai kemenangan kelompok Islam radikal.

"Menurut mereka itu adalah kemenangan radikalis atas kaum modernis. Saya bilang itu media barat perlu belajar demokrasi dari Indonesia. Media barat perlu belajar komunikasi massa dari media Indonesia," katanya saat memberi ceramah dalam acara Milad Yayasan Teratai Putih Global di Masjid Al-Muhajirin Teratai Putih Global, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Kamis (20/4).

Padahal, lanjut pria yang akrab disapa HNW itu, seluruh media di Indonesia menyebut pilkada berlangsung aman, damai, dan tertib. Sehingga ia menilai pemberitaan media Barat itu sebagai hal yang tak lumrah.


"Media di Indonesia mengatakan berlangsung dengan aman, tertib, dan damai, semuanya harus menerima. Tapi media barat malah ngaco. Saya bilang mereka harus belajar dari Indonesia, belajar demokrasi, belajar lagi tentang kode etik jurnalistik," sambung politisi PKS itu.

Sejumlah media asing menulis bahwa kemenangan Anies dan Sandiaga versi hitung cepat merupakan kemenangan kelompok Islam garis keras atas kelompok moderat. Salah satunya, media asal Amerika Serikat, Wall Street Journal yang menulis Anies-Sandiaga menang karena didukung Islam garis keras. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya