Berita

Politik

Penyandang Difabel Dari Pangandaran Ini Datangi TPS 28 Untuk Temui Anies

RABU, 19 APRIL 2017 | 09:51 WIB | LAPORAN:

. Seorang warga Pangandaran, Jawa Barat, yang juga penyandang difabel, Aman Taryana, datang ke TPS 28, Jalan Haji Nasiin Lebak Bulus II, RT. 06/04, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan.

TPS itu merupakan tempat calon Gubernur Nomor Urut 3, Anies Rasyid Baswedan, mencoblos.

Lulusan Sekolah Luar Biasa ini mengaku datang dari Pangandaran sejak dua hari yang lalu. Dia tiba di Jakarta malam tadi.


"Dari Pangandaran naik motor sendiri dari dua hari yang lalu. Nyampai Jakarta tadi malam. Saya nginep di tempat saudara," akunya.

Aman memastikan dirinya sama sekali tak mendukung calon gubernur tertentu.

Namun diakuinya dia ingin ketemu Anies. Karena dia bermaksud mengingatkan mantan Mendikbud itu untuk ingat terhadap kaum difabel jika menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Aku udah lelah dengan kepemimpinan yang ego atas kepentingan pribadi dan golongan. Harapannya agar pemimpin yang baru mampu menampung kaum difabel sebagai pekerja. Karena undang-undang yang baru kan 2 persen untuk kaum difabel," jelasnya sembari menunjukan ijazahnya.

Selain dua lembar ijasah, dia datang membawa sebuah gendang, sembari menyanyikan lagu-lagu yang dipelesetkan.

"Sekian lama aku menunggu gubernur yang baru, datanglah, kedatangannya kutunggu," kata Aman menyanyikan pelesetan sebuah lagu dangdut.

Tak hanya kepada gubernur baru nanti, Aman pun berharap agar presiden juga ikut memperhatikan kaum difabel.

"Untuk presiden tolong rangkul kaum difabel seperti kami, minimal sebulan sekali ke ke Istana, ini belum pernah," harapnya. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya