Berita

Politik

PILKADA JAKARTA

Tamasya Al-Maidah Dirancang Untuk Ganggu Ketenangan Pemilih

SELASA, 18 APRIL 2017 | 18:49 WIB | LAPORAN:

Tamasya Al Maidah disebut sebagai salah satu cara kubu pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menutupi rasa khawatir dan takut kalah.

Pengamat politik senior Universitas Indonesia Arbi Sanit, menjelaskan bahwa pengerahan massa ke tempat pemungutan suara (TPS) yang berpotensi mengintimidasi ini merupakan senjata politik baru untuk melemahkan pendukung lawan.

"Ini dirancang untuk mengganggu ketenangan pemilihan. Mereka pun menggunakan basis ayat yang dipolitisasi untuk mengarahkan agar tak memilih selain pasangan calon muslim,” kata pengamat politik senior Universitas Indonesia Arbi Sanit, Selasa (18/4).

Dia menduga, gerakan ini muncul karena adanya kekhawatiran kalah dari pasangan Anies dan Sandi. "Anies ini tampak tak siap dengan kekalahan, maka itu kubunya main isu agama. Orang ini nafsunya besar, padahal tenaganya kurang,” ujar Arbi.

Selain itu, lanjut dia, Anies juga tampak tak siap kalah saat melakukan serangan-serangan terhadap lawan politiknya secara masif. Bahkan, sampai menyerang karakter pasangan calon yang menjadi rivalnya.

"Caranya dengan menuding lawan sebagai seorang pemimpin yang tak becus dan salah bertindak. Dia bilang (pasangan calon) yang itu jelek, pilih saya saja yang bagus,” katanya.

Arbi curiga Tamasya Al Maidah memiliki keterkaitan erat dengan isu konsep Jakarta Bersyariah yang kabarnya menjadi agenda tersembunyi pendukung-pendukung Anies-Sandi.

"Gerakan mereka mirip dengan tujuan Jakarta Bersyariah yang akan menjadi pintu masuk konsep negara Islam. Hal ini jelas harus dilawan,” tandasnya. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya