Berita

Net

Politik

Kapolri: Hasil Survei Jangan Jadi Pegangan

SELASA, 18 APRIL 2017 | 17:51 WIB | LAPORAN:

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengimbau warga Ibu Kota Jakarta tidak terkecoh dengan hasil penelitian berbagai lembaga survei. Menjelang pemungutan suara putaran dua Rabu besok (19/4).

"Pahami makna betul survei, ada banyak yang memenangkan paslon tertentu. Hasil survei jangan jadi pegangan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta (Selasa, 18/4).

Menurut Tito, masyarakat seharusnya mengacu pada instansi terkait yang berwenang terkait proses penghitungan perolehan suara. Sehingga tidak lagi menganggap hasil survei sebagai rujukan dalam menentukan pemenang.


"Apalagi ada beberapa lembaga yang mengklaim hasil survei mereka sebagai pembenaran. Sebaiknya, andalkan mekanisme penghitungan suara yang sah, berdasarkan instansi berwenang KPU," terangnya.

Jelang pemungutan suara, beberapa lembaga mengeluarkan hasil survei terkait elektabilitas dua pasangan calon yang bertarung di Pilkada DKI, yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot). Sebagian besar lembaga survei mengeluarkan hasil yang menempatkan Anies-Sandi lebih unggul dari rivalnya Ahok-Djarot.

Berikut hasil penelitan lembaga survei;

1. Lingkaran Survei Indonesia (LSI): Anies-Sandi memperoleh 51,4 persen dukungan, sedangkan Ahok-Djarot 42,7 persen

2. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC): Anies-Sandi 47,9 persen, sementara Ahok-Djarot 46,9 persen

3. Survei Polmark: Anies-Sandi mendapat 49,1 persen dan Ahok-Djarot meraih 41,1 persen

4. Survei Median: Anies-Sandi mendapat 49,8 persen, sementara Ahok-Djarot meraih 43.5 persen

5. Indikator Politik Indonesia: Anies-Sandi meraih 48,2 persen, sementara Ahok-Djarot mendapat 47,4 persen

6. Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN): Anies-Sandi unggul 52 persen, sementara Ahok-Djarot hanya 43 persen.

Hanya ada satu lembaga survei yang mengunggulkan pasangan Ahok-Djarot yakni Charta Politika Indonesia. Di mana, Anies-Sandi meraih angka 44,8 persen, dan Ahok-Djarot mendapat 47,3 persen. [wah] 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya