Berita

Politik

Survei Membuktikan, Anies-Sandi Idola Anak Muda Jakarta

Elektabilitas Ahok-Djarot Kalah Telak
SENIN, 17 APRIL 2017 | 23:41 WIB | LAPORAN:

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diyakini mengalahkan rivalnya Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua Pilkada DKI 2017 apabila pemilihan dilakukan hari ini.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga Campaignesia Network (CN), Anies-Sandi akan menang telak dengan elektabilitas sebesar 58, 1 persen dari Ahok-Djarot yang berada di posisi 39,2 persen. Sementara yang belum menentukan pilihan ada 2,7 persen.

Menurutnya, wawancara dilakukan pada 9-15 April 2017 dengan responden sebanyak 525. Teknik yang dipakai multistage random sampling. "Margin of error 4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara dilakukan dengan metode tatap muka dan menggunakan alat bantu kuisioner," jelas Direktur CN Achmad Aniefy Jr, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4).

Dalam survei tersebut didapatkan juga adanya perbandingan dari para pemilih muda (usia 17-24 tahun). "Yang memilih 2 paslon tersebut, yaitu Ahok-Djarot sebesar 33,5 persen, Anies-Sandi 63,4 persen dan yang belum menentukan pilihan 3,1 persen," jelas Aniefy.

Terdapat sejumlah kesimpulan dari survei ini. Pertama, lanjut dia, angka elektabilitas Anies-Sandi memimpin jauh daripada Ahok-Djarot. Itu membuktikan bahwa kampanye Anies-Sandi lebih efektif dan program kerjanya lebih bisa diterima oleh masyarakat Jakarta.

"Sedangkan elektabilitas Ahok-Djarot lebih rendah karena adanya kasus hukum yang menjerat Ahok," jelas Aniefy.

Kedua, jika melihat segmen pemilih muda (usia 17-24 tahun), Anies-Sandi justru memimpin dengan selisih yang signifikan dibandingkan kompetitornya. "Kaum muda Jakarta lebih suka dengan program-program unggulan yang ditawarkan Anies-Sandi, seperti program kewirausahaan OK OCE yang memang menjadi unggulan Anies-Sandi," terangnya.

Ketiga, tambah Aniefy, menjelang dilakukannya pemungutan suara responden yang belum menentukan pilihan semakin sedikit dan hanya tersisa kurang dari 3 persen.

"Dalam perhelatan pilkada yang hanya diikuti oleh dua pasangan calon (head to head), kondisi seperti ini lumrah terjadi," tandasnya. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya