Berita

Foto/RMOL

Politik

Inilah Alasan Kenapa Presiden Mengatakan Demokrasi Kebablasan Versi Eko Sulistyo

SENIN, 17 APRIL 2017 | 14:58 WIB | LAPORAN:

. Pernyataan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu yang pernah mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia sudah kebablasan sesungguhnya merupakan hal yang biasa.

Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan, Eko Sulistyo mengatakan bahwa pernyataan demokrasi yang kebablasan juga sudah pernah diutarakan oleh Presiden kelima Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya masih ingat Pak SBY menyampaikan adanya demokrasi yang kebablasan. Presiden menyatakan itu dalam momen partai politik," katanya dalam diskusi bertema "Kekeliruan Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik yang Sehat" di Jaya Suprana Institute, Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (17/4).


Nah, apa yang disampaikan Presiden Jokowi menurutnya karena mantan Walikota Solo itu melihat saat ini toleransi dalam kehidupan berdemokras sudah mulai tak nampak.

"Ada unsur yang substantif. Jadi ruang kebebasan, ruang artikulasi, juga mengalami paradoks ketika mengalami praktek intoleransi," jelasnya.

Misalkan, maraknya ujaran kebencian yang sangat mudah di temui di media sosial. Utamanya menyangkut Pilkada DKI Jakarta.

"Inilah yang kemudian menjadi kekhawatiran Presiden pada saat itu bahwa demokrasi kita mengarah pada kebablasan," imbuh Eko Sulistyo. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya