Berita

Video Kampanye Ahok-Djarot/Net

Politik

Sanksi Video Ahok Dijatuhkan Bawaslu 5 Hari Lagi

JUMAT, 14 APRIL 2017 | 22:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Video iklan milik pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terus menuai kontroversi di masyarakat. Video yang dinilai memiliki muatan SARA itu pun telah dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

RMOL. Video kampanye kontroversial pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Bawaslu DKI Jakarta mengaku telah menerima laporan terkait video yang dinilai bermuatan SARA tersebut. Bawaslu juga sudah mendengarkan keterangan pelapor dan saksi mata atas video yang sempat diunggah diakun Twitter Ahok @basuki_btp.


"Minimal lima hari setelah pelaporan (hasilnya)," ujar Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti seperti diberitakan RMOLJakarta, Jumat (14/4).

Mimah menegaskan bahwa dalam waktu lima hari, pihaknya akan memberikan pernyataan terkait proses hukum video tersebut. Jika terbukti, maka Bawaslu akan menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami masih kroscek," tegasnya.

Diketahui, video kampanye Basuki-Djarot menuai kontroversi karena ada bagian dalam video yang dianggap menyudutkan agama tertentu. Pasalnya, ada bagian yang mempertontonkan gambaran kerusuhan dengan sekelompok orang berpeci putih.

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengadukan video yang sempat viral menuai kecaman di media sosial itu kepada Bawaslu dan Bareskrim. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya