Berita

Gunarti/Net

Politik

OPINI JAYA SUPRANA

Nguri-nguri Ibu Bumi Dipun Sakiti

SABTU, 25 MARET 2017 | 07:56 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA Rabu 22 Maret 2017, Gunarti dan Gunarso menghadiri pertemuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Mereka berdua hadir mewakili masyarakat petani Kendeng Jawa Tengah.

Setelah acara resmi berakhir, Gunarti berbincang secara pribadi dengan Jokowi hanya beberapa menit saja. Dalam kesempatan yang singkat itu, Gunarti menyampaikan ke Presiden Jokowi masalah kecemasan masyarakat Kendeng terhadap izin pendirian pabrik semen yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut Gunarti, Presiden Jokowi menegaskan bahwa perkara pembangunan pabrik semen itu merupakan hak kewenangan mutlak gubernur. Ada prinsip otonomi daerah yang menghalangi campur tangan Presiden Jokowi ke polemik pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Jateng.


Kini pemerintah pusat yang dipimpin presiden Jokowi akan mengkaji cermat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menentukan nasib Kendeng ke depan.

Sebenarnya, Gunarti punya rencana untuk melantunkan tembang Macapat Pangkur di depan Jokowi. Namun karena protokol istana kepresidenan tidak mengijinkan, terpaksa Gunarti menyerahkan secarik kertas berisi tulisan teks Tembang Macapat Pangkur kepada Jokowi sebagai berikut:

Pak Jokowi kang minulya. Dosa napa kang sindang nagri iki? Rakyat ingkang dados kurban peraturan kebijagan. Nguri-uri Ibu Bumi dipun sakiti. Emut lan emuto Bapak, nagri niki nagri rakyat. Lamun tan mbela pertiwi. Napa kedah mbela kapitalis? Napa ta salah kawula? Pengin Ibu Bumi lestari. Pesenipun Bapak Sukarno rumuhun Tresnano Ibu Bumi Tanah Air Kangge Rakyat. (Pak Jokowi yang mulia, dosa apa yang disandang negeri ini? Rakyat yang jadi korban peraturan kebijakan. Menghidupi Ibu Bumi yang disakiti, ingat dan ingatlah Bapak. Negara ini negara rakyat. Bila tak membela pertiwi, kenapa harus membela kapitalis? Apa sesungguhnya salah hamba? Ingin Ibu Bumi lestari. Amanat dari Bapak Sukarno dahulu. Sayangilah Ibu Bumi , Tanah Air untuk rakyat).

Pada kenyataan sebenarnya jelas bahwa saya pribadi bukan termasuk pihak yang dirugikan oleh kebijakan pembangunan pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendeng nun jauh dari tempat saya bermukim. Bahkan sebagai warga yang beruntung dapat menikmati nikmatnya kenikmatan kemerdekaan bangsa Indonesia, saya pribadi tergolong ke masyarakat yang akan menikmati pembangunan infrastruktur, mall-mall gemerlap, gedung-gedung megah mencakar langit, hotel-hotel hipra mewah yang kesemuanya pasti akan menggunakan semen yang diproduksi oleh pabrik semen.

Sebagai seorang bukan petani, jelas pula bahwa saya pribadi tidak perlu peduli bahwa lahan pertanian di Kendeng akan cepat atau lambat namun pasti akan rusak bahkan musnah akibat kehadiran kegiatan pabrik semen di sekitar kawasan pertanian di pegunungan Kendeng.

Namun mohon dimaafkan bahwa lubuk nurani saya pribadi tersayat rasa pilu yang menyelinap masuk sampai ke dalam hulu sanubari ketika saya menyimak amanat penderitaan rakyat yang tersurat dan tersirat di secarik kertas bertuliskan Tembang Macapat Pangkur yang diserahkan oleh Gunarti kepada Presiden Jokowi yang sangat dicintai, dihormati dan diharapkan oleh masyarakat petani Kendeng beserta segenap rakyat tertindas dan tergusur di persada Nusantara tercinta masa kini. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Purbaya Soal Pegawai Rompi Oranye: Bagus, Itu Shock Therapy !

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:16

KLH Dorong Industri AMDK Gunakan Label Emboss untuk Dukung EPR

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:05

Inflasi Jakarta 2026 Ditargetkan di Bawah Nasional

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:04

PKB Dukung Penuh Proyek Gentengisasi Prabowo

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:57

Saham Bakrie Group Melemah, Likuiditas Tinggi jadi Sorotan Investor

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:51

Klaim Pemerintah soal Ekonomi Belum Tentu Sejalan dengan Penilaian Pasar

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50

PN Jaksel Tolak Gugatan Ali Wongso pada Depinas SOKSI

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:48

Purbaya Optimistis Peringkat Utang RI Naik jika Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:32

IHSG Melemah Tajam di Sesi I, Seluruh Sektor ke Zona Merah

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:27

Prabowo Dorong Perluasan Akses Kerja Profesional Indonesia di Australia

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:16

Selengkapnya