Berita

Ilustrasi/Net

Politik

JAMAN Apresiasi Keseriusan Pemerintah Penuhi Pasokan Listrik

MINGGU, 19 MARET 2017 | 20:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pasokan listrik tanah air diapresiasi Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN).

Ketua Umum JAMAN Iwan Dwi Laksono menilai bahwa hal tersebut sejalan dengan program ketersediaan pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 MW yang sudah dicanangkan pemerintah sebelumnya.

“Pemerintah serius bangun pembangkit listrik untuk kebutuhan rakyat,” ujarnya di Jakarta, Minggu (19/3).


Presiden Joko Widodo pada sabtu (18/3) meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW. Kedelapan PLTG MPP tersebut dipusatkan di PLTG MPP Parit Baru (Pontianak) yang berlokasi di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Tambahan daya listrik ini diyakini dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi 100 ribu rumah tangga. Hal itu diprediksi akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta pembangunan bagi rakyat.

Selain itu, sejumlah provinsi lain di Indonesia juga akan menikmati manfaat pembangun PLTG tersebut. Pasalnya, selain menggunakan bahan baku gas yang harganya murah dan tidak merusak lingkungan, PLTG MPP dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.

Menurut Iwan peresmian tersebut sudah tepat. Pasalnya, masalah terbesar dari masyarakat Kalimantan Barat saat ini adalah pasokan listrik.

“Penambahan pembangkit dan ketersediaan pasokan listrik sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Ia berharap ketersediaan pasokan listrik tersebut mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

“Ketersediaan pasokan listrik juga menjadi dasar pembangunan yang berkelanjutan,” tutup Iwan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya