Berita

Edy Rahmayadi/Net

Olahraga

Ketum PSSI: Tak Ada Keistimewaan Untuk Klub Liga 1

MINGGU, 19 MARET 2017 | 08:48 WIB

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi memastikan tak akan memberikan keringanan dan keistimewaan untuk tim Liga 1 2017 yang pemainnya dipanggil Timnas.

Dia memastikan, setiap tim tetap harus memainkan tiga pemain U-23 selama 45 menit di setiap laga yang dijalani nantinya.

"Tidak ada keistimewaan, tetap mereka harus memainkan pemain-pemain U-23, sama rata dengan tim lainnya. Mau dipanggil Timnas atau tidak," katanya seperti dimuat JPNN, Minggu (19/3).


Pria berpangkat Letjen TNI tersebut menegaskan bahwa kondisi ini justru menjadi tantangan bagi tim-tim yang bisa melahirkan pemain U-23 berkualitas.

"Ya, harus cari lagi yang banyak pemain U-23 yang bagus. Tidak ada keringanan, tetap harus mainkan tiga pemain U-23 setiap laga, Itu sudah menjadi aturannya," ujar Edy.

Sejauh ini, memang banyak klub yang nama pemainnya dipanggil Timnas proyeksi SEA Games 2017 mendatang. Namun, persebaran pemain tidak merata.

Klub terbanyak menyumbang pemain U-23 adalah Bhayangkara FC dengan empat pemain. Arema FC, Bali United, Barito Putera, dan Persib Bandung menjadi tim yang pemainnya dipanggil sebanyak tiga orang. Sisanya, ada dua pemain dan satu pemain yang dipanggil.

Otomatis, dengan asumsi klub besar tersebut rata-rata pemainnya dipanggil tiga orang, maka setidaknya mereka punya minimal enam pemain di daftar pemain untuk kompetisi. Karena itu, saat ini beberapa klub tersebut mulai bergerilya untuk mendapatkan tambahan pemain usia muda.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya