Berita

Net

Politik

Apapun Sistemnya, Caleg Tetap Lebih Loyal Ke Partai

SABTU, 18 MARET 2017 | 18:16 WIB | LAPORAN:

Lingkar Madani Indonesia (Lima) menilai bahwa sistem proporsional terbuka maupun tertutup memiliki problematika yang sama.

Direktur Lima Ray Rangkuti menjelaskan, problem dari sistem proporsional tertutup yakni peluang politik uang sangat terbuka lebar, lantaran partai memilih sendiri kadernya yang masuk ke legislatif.

"Istilahnya, ada setoran ke pusat agar mendapatkan nomor cantik ini," ujarnya dalam diskusi bertema 'Sistem Buka Tutup Pemilu' di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (18/3).


Selain itu, sistem proporsional tertutup juga menciderai agenda Reformasi yang memperjuangkan pemilu untuk dilakukan secara terbuka, jujur dan adil. Terlebih masyarakat lebih suka memilih calon anggota legislatif sendiri.

"Pemilih kita konstisten, tetap ingin memilih calonnya sendiri. Sebetulnya inilah yang menjawab tuntutan kebutuhan politik kita secara real," jelas Ray.

Di sisi lain, sistem proporsional terbuka bisa membuat loyalitas kader terhadap partai menurun. Dikarenakan partai cenderung mendorong caleg yang telah dikenal publik. Meski dari sisi kualitas, sang caleg belum terlalu paham dunia politik.

"Istilah mereka itu kita bekerja 20 tahun di partai yang menang, justru orang yang direkrut dua tiga hari lalu karena populer. Akhirnya tidak ada seleksi yang ketat bagi mereka yang terjun ke politik," kata Ray.

Problem selanjutnya adalah disparitas pemilih dengan wakilnya menjadi sangat jauh. Namun, dalam sistem proporsional terbuka, jarak pemilih dan calonnya bukan semakin dekat dan malah sebaliknya.

"Faktanya seperti itu. Memang tidak ada hubungan yang kelihatan dekat antara pemilih dengan mereka yang terpilih pada sistem tertutup, jarak itu sangat jauh. Sekarang kita buka (proporsional terbuka) dan apa yang terjadi, jarak tetap jauh," jelas Ray.

Masalah lainnya yaitu produk anggota legislatif dari kedua sistem tersebut akan tetap sama. Yakni lebih loyal kepada parpol dan kekuasaan dibanding kepada konstituen.

Ray mencontohkan, kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP menunjukkan kepada masyarakat bahwa produk anggota legislatif tetap sama. Sekalipun sistem pemilu dibuat secara terbuka maupun tertutup.

"Mau terbuka atau tertutup, anggota DPR-nya kelakuannya seperti proporsional tertutup. Loyalitasnya kepada partai bukan kepada pemilih. Terbuka begini saja anggota DPR-nya tidak bisa dikontrol, apalagi tertutup," pungkasnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya