Berita

Net

Politik

Skandal E-KTP Turunkan Citra Parpol

SABTU, 18 MARET 2017 | 17:08 WIB | LAPORAN:

Banyaknya nama politisi beberapa partai politik berpengaruh yang disebut dalam dakwaan kasus korupsi pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) membuat citra partai politik tercoreng.

Pengamat politik dari Indo Barometer M. Qodari mengatakan, citra dari parpol yang kadernya terlibat korupsi pasti akan menurun di mata publik. Hal itu justru akan membuat banyak parpol baru mendapat ruang gerak lebih luas lagi untuk menarik dukungan.

"Politisi dan partai bisa menurun citranya karena terkena kasus korupsi. Namun partai-partai baru akan punya ruang gerak yang lebih besar," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Perang Politik E-KTP' di Cikini, Jakarta, Sabtu (18/3).


Menurut Qodari, kasus korupsi yang melibatkan parpol besar bisa mempengaruhi para pemilih nantinya. Namun, tetap saja penilaian publik tersebut berdasarkan dengan kinerja parpol itu sendiri.

"Tetapi tidak semua partai mengalami hal yang sama, tergantung pada soliditas internal partainya sendiri. Bagi partai yang tidak terlalu solid dampaknya pasti sangat kuat," jelasnya.

Ditambahkan Qodari, meningkatnya kasus korupsi yang menerpa parpol-parpol besar, bukan tidak mungkin membuat publik kehilangan kepercayaan.

"Karena kasus korupsi e-KTP ini bukan hanya menyeret individunya saja, namun juga partai politiknya," imbuhnya. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya