Berita

Andre Rosiade/Net

Olahraga

Tokoh Minang: Kepada Pimpinan PSSI, Sudah Tak Zamannya Protes Didiamkan

JUMAT, 10 MARET 2017 | 17:13 WIB | LAPORAN:

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dinilai lamban merespon kekecewaan masyarakat Minang atas dugaan adanya mafia wasit dalam pertandingan semifinal Piala Presiden 2017, antara Arema Malang FC dengan Semen Padang FX di di Stadiun Kanjuruhan Malang.

Tokoh muda Minang, Andre Rosiade menyayangkan Arema tetap dinyatakan menang 5-2, padahal dua gol penyerangnya yakni Cristian Gonzalez sangat jelas telah offside.

"Sudah tidak zamannya lagi kalau ada protes didiamkan, supaya orang lupa. Kami akan tetap menuntut sampai kapanpun. Kami masyarakat Minang tidak akan lupa karena dua kali 'dikadalin' wasit, pada ISL 2014 dan Piala Presiden 2017," tegas Andre kepada wartawan, Jumat (10/3).


Mantan Presiden Mahasiswa Trisakti itu pun membandingkan yang terjadi dalam pertandingan Liga Champions antara Barcelona vs Paris Saint German (PSG). Buruknya kepemimpinan Wasit Deniz Aytekin berdampak besar terhadap hasil pertandingan.

Komite Wasit UEFA kemudian bergerak dengan mempelajari tayangan ulang dan hasilnya berencana membekukan wasit Aytekin dengan tidak memberikan kesempatan untuk memimpin Liga Champions.

Respon yang dilakukan sangat cepat ini menurut Andre, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dalam pertandingan Arema vs Semen Padang.

"Kepada pimpinan PSSI, ketum PSSI, Exco PSSI, sudah tidak zamannya protes didiamkan. Apa yang dilakukan Komite Wasit UEFA contohnya, wasit dijatuhi sanksi tegas jika ada main ataupun melakukan kesalahan fatal dalam memimpin lapangan," jelas Andre.

Pertandingan Arema vs Semen Padang sejak awal sebenarnya sangat jelas. Bagaimana gol pertama striker Cristian Gonzalez offside, begitu juga pada gol ke empat. Namun karena kelalaian dan atau adanya dugaan permainan wasit  berdampak pada hasil akhir.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya