DI tengah suasana serba tidak menentu menjelang pemilihan gubernur putaran dua di Ibukota negeri Indonesia yang terbukti makin macet dan belum kunjung bebas banjir, mendadak terberitakan bahwa tiga wilayah di bantaran Sungai Ciliwung akan digusur April 2017. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan dana dan 800 unit rumah susun untuk menampung warga korban penggusuran yang dipindahkan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendrawan mengatakan, tiga titik yang akan digusur itu adalah Bukit Duri, Gang Arus (Cawang), dan bantaran Kali Sunter di Cipinang Melayu.
"Alokasi dana sudah siap, Dinas Perumahan juga menyebutkan bahwa 800 unit rusun sudah siap untuk menampung warga dari tiga lokasi tadi. Jadi, April bisa langsung eksekusi," kata Teguh di Balai Kota, Jakarta, Rabu 1 Maret 2017.
Normalisasi dilakukan dengan cara menertibkan hunian di bantaran sungai untuk pembangunan jalan inspeksi, memperdalam sungai dan membangun beton atau
sheet pile di tebing sungai.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum Teuku Iskandar sebelumnya mengatakan panjang bantaran sungai yang akan ditertibkan April nanti sekitar 5 kilometer. Untuk Bukit Duri dan Gang Arus, kawasan yang akan dinormalisasi masing-masing sepanjang 700 meter. Sementara di Cipinang Melayu sepanjang 3 km.
"Diharapkan Maret ini sudah bisa disosialisasikan pada masyarakat. Wali kota masing-masing sudah mempersiapkan," kata Iskandar.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, setidaknya ada 5.000 kepala keluarga yang perlu direlokasi dalam waktu dekat agar pengerjaan proyek normalisasi dapat segera diselesaikan.
Ahok mengatakan, ribuan keluarga itu akan segera dipindahkan setelah pembangunan rusun selesai. Sementara untuk pembebasan lahannya sendiri akan dilakukan atas bantuan Badan Pertanahan Nasional.
"Kami sudah bertemu dengan BPN. Mereka butuh biaya operasional sekian persen. Jadi, sudah saya anggarkan, mesti utang dulu di APBD. Yang penting pembebasan lahannya cepat," kata Ahok.
Kawasan Bukit Duri dan Cipinang Melayu adalah daerah langganan banjir. Saat hujan deras turun dan air sungai meluap, dua daerah ini akan tergenang. Banjir diklaim terjadi karena proses normalisasi yang belum selesai.
Dari apa yang terberitakan itu memang belum dapat diketahui apalagi dipastikan apakah rakyat yang terancam tergusur akan digusur dengan cara yang bijak mematuhi atau keji melanggar hukum. HAM, Agenda Pembangunan Berkelanjutan, Pancasila, Kontrak Politik yang ditandatangani Ir, Joko Widodo demi tidak menggusur rakyat miskin Jakarta, serta nurani kemanusiaan.
Maka marilah kita bersama menanti dengan perasaan harap-harap-cemas atau cemas-cemas-harap atau entah apa pun, mengenai apa yang masih akan terjadi pada kenyataan sambil dengan penuh kerendahan hati memanjatkan doa permohonan kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa melindungi rakyat miskin bukan hanya di Jakarta namun juga di Tangerang, Sukamulya, Kendeng, Yogyakarta, Sidoarjo, Lampung, Medan, Kalimantan, Papua bahkan di segenap penjuru planet bumi dari ancaman angkara murka penggusuran atas nama pembangunan infra stuktur dengan tega hari mengorbankan lingkungan alam, sosial, budaya apalagi rakyat miskin yang tidak berdaya melawan kekuasaan penguasa. Amin.
[***]Penulis adalah pemrihatin derita rakyat tergusur