Berita

Macet/RM

Nusantara

Solusi Efektif Atasi Kemacetan Jakarta

MINGGU, 19 FEBRUARI 2017 | 21:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Moratorium berjangka penjualan kendaraan bermotor di Jakarta merupakan solusi efektif untuk mengatasi kemacetan.

Begitu tegas Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (19/2).

"Ironisnya, sejumlah kementerian di bawah Menko Perekonomian menolak melakukan moratorium penjualan kendaraan bermotor, dengan alasan mengganggu sumber pendapatan negara dari sektor industri otomotif," ujarnya.


Padahal, berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kemacetan di Jakarta telah menimbulkan kerugian masyarakat akibat pemborosan penggunaan bahan bakar yang mencapai Rp 65 triliun per tahun.

“Sebaiknya pemerintah pusat harus menekan kerugian masyarakat akibat kemacetan dengan melakukan moratorium berjangka penjualan kendaraan bermotor khususnya di Jakarta. Sebab pemicu utama kemacetan karena ruas dan panjang jalan tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang tiap hari terus bertambah,” sambung Edison.

Edison menjelaskan, hasil dari penelusuran ITW terungkap bahwa ada kementerian yang setuju moratorium berjangka penjualan kendaraan bermotor di Jakarta. Tetapi sejumlah kementerian perekonomian menolak dengan alasan mengganggu pendapatan negara.

"Padahal kerugian masyarakat akibat kemacetan jauh lebih besar dari pendapatan negara dari sektor industri otomotif," lanjutnya.

Menurut Edison, penolakan moratorium oleh sejumlah kementerian perekonomian adalah bukti nyata ketidakpedulian pemerintah terhadap penderitaan masyarakat akibat kemacetan. Sekaligus isyarat bahwa pemerintah belum benar-benar memahami peran dan fungsi lalulintas dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, ITW mendesak pemerintah untuk berani membuat kebijakan moratorium berjangka penjualan kendaraan di Jakarta. Setidaknya memperketat persyaratan untuk memiliki kendaraan seperti harus memiliki garasi. Sedangkan para produsen otomotif diarahkan agar memasarkan produknya ke wilayah luar Pulau Jawa. Sehingga kestabilan perusahaan dan tenaga kerja bisa terjaga.

"Kebijakan moratorium berjangka sangat efisien dan efektif. Sebab tidak membutuhkan dana besar. Dampaknya hanya pada turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)," ujar Edison. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya