Berita

Jaya Suprana/Net

Politik

Dugaan Makar Kejutkan Sanubari Jaya Suprana

MINGGU, 04 DESEMBER 2016 | 22:02 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KETIKA masih berada di Amsterdam sekembali dari perjalanan kebudayaan ke Kuba, saya menyimak berita bahwa di Tanah Air sekitar 8 orang ditangkap polisi atas dugaan upaya makar.

Berdasar informasi yang dihimpun globalindo.co, Jumat 2 Desember 2016, terduga makar ini berasal dari tokoh politik senior hingga kalangan muda pergerakan. Termasuk adik kandung Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri merupakan tokoh yang ditangkap.  Selain Rachmawati ada juga nama Sri Bintang Pamungkas, Mayjend (Purn) Kivlan Zein, Brigjen (Purn) Adityawarman Thaha, Ratna Sarumpaet, Ahmad Dhani, Rizal Kobar, Eko, Firza Huzein, serta Jamran. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan Sri Bintang Pamungkas ditangkap. Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra juga membenarkan informasi bahwa aktivis Ratna Sarumpaet dijemput polisi di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta.


Berita kasus dugaan makar tersebut cukup mengejutkan sanubari saya. Setahu saya Mayjen Purnawirawan, Kivlan Zen adalah seorang patriot sejati yang bahkan di masa usia lanjut masih berjasa bagi negara dan bangsa Indonesia dengan berperan sebagai negosiator utama dalam membebaskan 18 warga Indonesia yang tersandera di Filipina, 2016.

Sebagai puteri Bung Karno, kecintaan Rachmawati Soekarnoputeri kepada Indonesia tidak perlu diragukan lagi sehingga sulit dipercaya bahwa adik presiden V RI, Megawati Soekarnoputeri ini ingin melakukan upaya makar.

Saya kenal Ratna Sarumpaet sebagai seorang pejuang pembela HAM dan pembela rakyat tergusur yang memang senantiasa gigih menolak kebijakan pemerintah yang menindas rakyat namun bukan berarti beliau berhasrat melakukan upaya makar yang berarti menggulingkan pemerintah yang sah secara inkonstitusional.

Saya mengenal Sri Bintang Pamungkas sebagai seorang aktivis politik sejati seperti yang telah beliau buktikan sejak melawan rezim Orba sampai harus meringkuk di penjara. Adinda menantu Bung Hatta, Sri Edi Swasono ini memang memiliki perangai dan gaya bicara yang ekstrovert bahkan agresif plus ekspolsif meledak-ledak namun sebenarnya cukup sadar konstitusi. Sehingga, sulit diyakini bahwa putera kelahiran Tulungagung ini berniat melakukan upaya makar secara tidak konstitusional.

Bagi saya Ahmad Dani dengan gaya ceplas-ceplos dan garangnya memang sosok anak nakal namun saya tahu bahwa sebenarnya semua itu sekadar semacam kedok pencitraan dirinya demi menarik perhatian publik. Sebagai seorang yang sedang mencalonkan diri untuk menjadi seorang wakil kepala daerah, rasanya ironis apabila anak muda berjenggot ini ingin melakukan makar yang berarti ingin menggulingkan pemerintah sebagai lembaga di mana dia justru ingin bergabung.

Namun jelas semua itu sekadar merupakan persepsi alias tafsir pribadi saya berdasar selera, pendapat, dan pengetahuan terbatas saya sendiri belaka. Dapat diyakini bahwa pihak kepolisian pasti memiliki alasan tersendiri yang lebih bijak sehingga merasa perlu menginterogasi mereka yang diduga berupaya melakukan makar. 

Maka sama halnya dengan kasus dugaan penistaan agama, memang sebaiknya kita menyerahkan kasus dugaan upaya makar kepada para penegak hukum. Apalagi telah terberitakan bahwa Yusril Ihza Mahendra siap mendampingi para terduga pelaku upaya makar sehingga dapat kita yakini bersama bahwa hukum akan benar-benar ditegakkan di persada nusantara tercinta ini. [***]

Penulis adalah pendamba penegakan hukum

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya