Terobosan dilakukan Kemenpora agar kegiatan pada 2017 maksimal. Tidak hanya ramai di pusat tapi juga bersinergi dengan daerah.
Kementerian yang membawahi pemuda dan olahraga ini pun mengundang 34 perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 18-19 November.
Agenda utama dari acara ini adalah rapat koordinasi dan sinkronisasi vertikal kelembagaan dan program Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tujuannya, seluruh program, baik mengenai kepemudaan maupun keolahragaan, bisa sinkron dari pusat hingga ke daerah dan kegiatan yang dijalankan mulai tahun depan tidak melenceng dari jalur. Mengingat, mulai tahun depan sistem anggaran tidak memakai fornula money follow function tapi money follow program.
Acara ini sedianya dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi. Namun Menteri asal Bangkalan, Madura, itu belum tiba di lokasi acara ketika peserta sudah berkumpul sehingga pembukaan acara dilakukan Plt Sesmenpora Yuni Poerwanti. Perwakilan 21 dari 34 dinas pemuda dan olahraga se-Indonesia ikut serta, masing-masing daerah mengirimkan perwakilan dua orang.
"Kami benar-benar ingin sinergi ini terwujud, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Ini sebuah momentum yang kami curi, kenapa? Karena kalau awal tahun, Bapak Ibu dari provinsi tentu sudah menyusun program yang belum tentu sama dengan program-program yang ada di Kemenpora," tutur Yuni dalam sambutannya.
Lanjut Yuni, para peserta sepulangnya dari acara ini bisa menginformasikan kepada jajarannya di tingkat kabupaten dan kota. Program-program yang bisa dijalankan bersama-sama, antara lain program pemuda antinarkoba, jambore pemuda Indonesia hingga Gowes Nusantara. Untuk memantapkan Rakor, pihak Kemenpora mengundang sejumlah narasumber untuk berbicara di hadapan peserta. Mereka berasal dari Bappenas, Kemenpan RB, dan Kemendagri
.[wid]