Berita

Nasaruddin Umar/Net

Filosofi & Tasawuf Haji & Umrah (11)

Ka’bah: Pusat Grafitasi Spiritual

JUMAT, 26 AGUSTUS 2016 | 09:57 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

KA'BAH berasal dari akar kata ka’aba-ya’kubu-ku’uban berarti menonjol, penuh, padat berisi, atau montok. Dari kata itu membentuk kata ka'aba (membuat berbentuk kubus) dan Ka’bah berarti ruas, kubus, atau bangunan bersegi empat.

Ka'bah juga bisa berarti kemuliaan, keluhuran, dan kebesaran (al-syarf wa al-ma­jd). Ka’bah secara fisik merupakan bangunan berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjid Haram, Makkah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi umat Islam. Ka'bah menjadi patokan arah kiblat bagi umat Islam di seluruh dunia. Ka'bah juga merupakan bangunan yang wajib dikunjungi pada saat musim haji dan umrah. Ka’bah berukuran 13,10 m tinggi den­gan sisi 11,03 m x 12,62 m. Jika kita menggu­nakan GPS maka posisi Ka’bah terletak pada 21°25'21.2" Lintang Utara, 039°49‘34.1" Bujur Timur, dan Elevasi 304 meter.

Ka’bah dianggap sebagai pusat grafitasi spiritual karena seluruh jemaah haji harus memutarinya dengan cara thawaf, yakni memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali sambil memberikan pengakuan kebenaran Ilahi, Labbaikallahum­ma labbaik, labbaika la syarika lak. Ka'bah oleh kalangan ahli tarekat dianggap sebagai minia­tur al-Dhurah yang dibangun di Baitul Ma’mur dan al-Daurah sendiri dianggap miniatur ‘Arasy, Istana Tuhan. Semenjak di Arasy, para malai­kat selalu melakukan thawaf mengitari 'Arasy sampai Allah Swt memindahkannya ke Baitul Ma’mur yang di dalamnya sudah dibangunk­an al-Daurah. Pemindahan ini terkait dengan "kelancangan" malaikat mempertanyakan ke­bijakan Allah Swt tentang rencana penciptaan manusia, sebagaimana diuraikan di dalam Q.S. al-Baqarah/2:30 dst. Setelah itu, Allah Swt men­ciptakan miniatur 'Arasy bernama al-Dhurah di Baitul Ma'mur, kemudian para malaikat diminta melanjutkan thawafnya di tempat baru itu. Di tempat ini pula Adam dan Hawa bernah ber­gabung malaikat melaksanakan thawaf. Sete-lah Adam dan Hawa membuat pelanggaran di surga maka Allah Swt pun memindahkan Adam dan Hawa ke bumi dan di sana dibangunkan miniature al-Dhurah bernama Ka’bah. Di sinilah Adam bersama anak cucunya melanjutkan tra­disi thawaf itu mengelilingi Ka’bah sebagai min­iatur 'Arasy atau 'Istana Tuhan'.


Dalam sebuah riwayat Israiliyat dijelaskan, Ka’bah dibangun persis dalam garis lurus di bawah al-Dhurah dan ‘Arasy. Dengan demikian, Ka’bah merupakan pusat grafitasi spiritual, kar­ena semenjak azali sudah menjadi pusat thawaf oleh para malaikat dan jin. Sebagai pusat grafit­asi spiritual sudah barang tentu energy daya se­dotnya sangat kuat. Itu bisa terasa bagi siapapun yang berada di dalam radius terdekat di Ka’bah, akan merasakan vibrasi amat kuat. Meskipun tempatnya berdesak-desakan dengan manusia dari berbagai etnik, tetapi tidak pernah menguran­gi kekhusyukan di dalam beribadah kepada Allah Swt. Terkadang tidak peduli orang lain, isak tangis dan deraian air mata keterharuan terhadap yang punya rumah, Allah Swt. Di halaman Ka’bah seolah merupakan kampung halaman spiritual para peziar­ahnya. Shalat di samping Ka’bah 100.000 lebih uta­ma pahalanya di sisih Allah Swt dibanding di tempat lain di luar kota Mekkah dan Madinah.

Memahami ibadah haji, tidak cukup han­ya memahami makna fiqhiyyah seperti rukun, syarat, sunat, dan hal-hal yang bersifat teknis, seperti tertera di dalam buku-buku manasik haji. Tidak cukup juga hanya dengan memaha­mi makna simbolik seperti sering diperkenalkan oleh para ahli 'irfan atau tasawuf, tetapi diperlu­kan suasana batin lebih mendalam lagi jika in­gin meresapi dan menghayati makna hakekat haji. Memang betul, dengan memahami hikmah di balik simbol-simbol haji, termasuk memaha­mi simbol Ka'bah, akan mengantar kita kepa­da kesakralan ibadah haji. Bahkan lebih pent­ing dari itu ialah memaknai secara sufistik di balik simbol-simbol haji. Perubahan mendasar (shifting) akan terjadi di dalam diri seseorang yang mampu menembus pemahaman sufistik ini. Bahkan sesungguhnya inilah yang mampu menghadirkan haji mabrur, sebuah kualitas haji yang menjadi idaman bagi para hujjaj. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya