Berita

Politik

Tapa Pepe Menolak Ahok Akan Digelar Di Kantor DPP PDI Perjuangan

RABU, 24 AGUSTUS 2016 | 06:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada tiga tradisi dan tiga akar yang menjadi sumber demokrasi yang berkembang di Indonesia. Yaitu, demokrasi Barat, sosialisme Islam, dan akar budaya Nusantara itu sendiri.

Demikian pandangan salah seorang pendiri Republik Indonesia, Muhammad Hatta. Kata Hatta, diantara akar budaya Nusantara yang menggambarkan sistem demokrasi adalah gotong royong dan hak mengajukan pendapat atau memprotes kepada raja yang berkuasa.

Terkait protes, Mohamad Hatta, yang kemudian menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia, menyebutnya sebagai ‘hak rakyat Indonesia yang asli’. Hal ini merujuk pada dua prinsip hukum adat Indonesia yakni rapat, sebagai tempat utusan rakyat mencari permufakatan, dan hak rakyat untuk membantah secara umum (recht op massa-protest).


Di era kerajaan Nusantara, khususnya di Jawa, terkenal istilah Tapa Pepe. Tapa Pepe adalah bentuk dan cara rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Rakyat akan duduk bersila dan menjemur diri tersengat matahari, di depan kerajaan untuk meminta sang raja keluar dan mendengarkan aspirasi publik.

Sore nanti (Rabu, 24/8), sebagaimana informasi yang diterima redaksi, warga Jakarta akan menggelar Tapa Pepe di kantor DPP PDI Perjuangan, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Tujuan aksi ini adalah untuk menyampaikan aspirasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri agar tak mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ahok dinlai arogan, tidak konsisten, tidak santun bahkan cenderung kutu loncat dari satu partai ke partai lain.

Di era Majapahit, sempat terjadi prahara dalam persitiwa Tapa Pepe. Raja Majapahit saat itu, Ra Kuti, meraih tahta kekuasaan dengan cara-cara yang tidak sah. Ra Kuti berhasil merebut kursi kerajaan dari Raja Jayanegara dengan cara licik dan penuh intrik. Ra Kuti memang bukan orang lama dalam pemerintahan. Dia merupakan anggota Dharmaputera, jabatan elit di Majapahit.

Singkat kata, Ra Kuti adalah juga orang dekat atau sempat dekat dengan Jayanegara sendiri, namun akhirnya berkhianat dan bahkan menikam Jayanegara dari belakang.

Rakyat tentu saja geram dengan Ra Kuti. Selain meraih kekuasaan dengan cara yang yang penuh intrik, kebijakan dia juga merugikan rakyat. Rakyat selalu dihantui rasa takut. Rakyat berontak dan menggelar Tapa Pepe. Sayang, saat Tapa Pepe digelar, Ra Kuti mengerahkan pasukan dan membubarkan demonstran dengan kekerasan.

Inilah tragedi Tapa Pepe dalam sejarah kultur demokrasi ala Nusantara. Namun sejarah juga mencatat, tak lama dari itu, Ra Kuti berhasil digulingkan. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya