Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dalam Memilih Pemimpin, Amerika Serikat Lebih Bermoral

SELASA, 23 AGUSTUS 2016 | 12:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Amerika Serikat merupakan negara liberal dan terkesan tidak peduli dengan moralitas agama. Misalnya terbukti, pert tahun, sekitar 500 ribu perempuan AS melakukan aborsi.

Namun ternyata, dalam soal memilih pemimpin, khususnya Presiden, warga AS sangat bermoral. Karena itulah, Edward Kennedy, yang merupakan adiknya John F Kennedy, tak bisa lolos jadi Capres. Ketika Edward punya gelagat mau jadi capres, publik membuka semua cacat moral Edward. Karena salah satu syarat menjadi Presiden di AS adalah personality, seperti integritas yang teruji, mempunya kompetensi dan punya komitmen yang kuat.

Demikian disampaikan  Direktur Institut Kepimpinan Soekarno (IKS), Ryaas Rasyid. Hal ini disampaikan Ryaas dalam kuliah pertama IKS, dan kembali disampaikan kepada redaksi oleh M Hatta Taliwang, yang merupakan siswa Institut Kepemimpinan Soekarno UBK.


Dalam personality, Hatta menjelaskan kembali beberapa saat lalu (Selasa, 23/8), Edward mempunyai tiga cacat yang dibuka ke publik. Yaitu, pernah ketahuan menyontek saat sekolah. Kedua, pernah ketahuan mabuk di depan publik. Ketiga, dan ini paling fatal, pada 18 Juli 1969, mobil yang dikemudikan Edward atau Ted Kennedy secara tidak sengaja meluncur dari jembatan dan tercebur ke sungai di Pulau Chappaquiddick.

Kecelakaan tersebut menewaskan sekretarisnya Mary Jo Kopechne yang terperangkap di dalam mobil. Sementara Ted Selamat sendiri. Isu ini sangat kontroversial mempersoal personality Edward. Edward bisa lolos menjadi senator, namun tidak untuk bisa menjadi capres. Kecelakaan ini pun disebut sebagai insiden Chappaquiddick.

"Bagaimana dengan Indonesia? Gak usah dibahas. Bukan hanya orang bego bisa lolos jadi Presiden, mantan napi bisa tetap berjaya pada jabatan publik. Bahkan koruptor pun bisa percaya diri jadi capres. Ini negara ghoib dan ajaib," demikian Hatta. [ysa]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya