Berita

Pertahanan

Arsul: RUU Kamnas Terlalu Dipaksakan Masuk Prolegnas

SELASA, 09 AGUSTUS 2016 | 16:01 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, tidak setuju RUU Keamanan Nasional (RUU Kamnas) dimasukkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016.

Menurutnya, sejauh ini sejumlah 40 RUU yang di dalam Prolegnas saja belum semua dibahas.

"Kenapa tambah daftar panjang, itu sama saja enggak bakal tergarap juga," sesal Arsul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/8).


Dia menambahkan, saat ini Komisi III DPR RI masih memiliki banyak pekerjaan. Misalnya membahas RUU KUHP dan RUU Jabatan Hakim.

"Komisi III masih mumet, selesai buku satu KUHP baru masuk buku dua, terus masuk UU Jabatan Hakim," ungkapnya.

Jika dipaksakan, RUU Kamnas hanya akan masuk dalam daftar tunggu Prolegnas sehingga akan menjadi bahan hujatan kepada DPR oleh media massa dan masyarakat umum.

"Kalaupun dipaksakan masuk, itu hanya akan ada di daftar Prolegnas. Yang akan menambah daftar tunggu dan menambah tidak produktifnya DPR. Menambah bahan teman-teman media massa bahwa DPR tidak produktif," jelasnya. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya