Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

Pemerintah Jangan Bikin Penyandera "Ketagihan"

SELASA, 02 AGUSTUS 2016 | 05:15 WIB | LAPORAN:

Pemerintah harus berhenti membuat kelompok penyandera warga negara Indonesia (WNI) "ketagihan" melakukan aksi-aksinya.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi I DPR RI, Charles Honoris, kepada wartawan, Senin malam (1/8).

Menurut Charles, salah satu hal yang akhirnya membuat penyandera seperti kelompok Abu Sayyaf di Filipina mengulangi tindakan menyandera WNI adalah kebijakan membayar uang tebusan.


"Kami meminta agar pemerintah jangan mau membayar tebusan sepeser pun. Ini bisa jadi preseden buruk, akhirnya kejadian penyanderan terulang," kata Charles.

Charles menuturkan salah satu poin penting jika Indonesia meratifikasi konvensi internasional anti pembajakan dan penyanderaan adalah tidak dibolehkan membayar tebusan.

Sebelumnya dia mengaku sudah berkali-kali meminta pemerintah melalui kementerian luar negeri (Kemenlu) untuk segera meratifikasi konvensi internasional terkait perompakan dan pembajakan misalnya International Convention Against the Taking of Hostages.

"Negara seharusnya melakukan berbagai upaya pencegahan dan pembebasan apabila terjadi penyanderaan. Makanya Indonesia harus segera meratifikasi," lanjut Charles.

Charles menggarisbawahi bahwa dalam setahun saja wilayah Asia Tenggara sudah mengalami 150 kali insiden pembajakan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya