Berita

Komitmen Pada Wong Cilik, PDIP Latih Penggerak Ekonomi Kerakyatan

RABU, 20 JULI 2016 | 17:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjungan berkomitmen untuk secara konsisten memperjuangkan perekonomian kaum Marhaen atau wong cilik yang menjadi roh dari partai berlambang banteng moncong putih. 

‎Dalam rangka semangat dan komitmen itulah, PDIP melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) menggelar Pelatihan Manajer Penggerak Ekonomi Kerakyatan yang diikuti utusan dari 34 DPD PDIP seluruh Indonesia. ‎Pembukaan pelatihan dilaksanakan di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, untuk kemudian pelatihan diselenggarakan di Cariu, Bogor pada 20-22 Juli 2016.

‎Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam pengarahannya mengatakan, watak politik yang dikembangkan PDIP adalah politik yang berkeadaban, sehingga sebagai partai mampu menunjukkan wajah yang berpihak kepada rakyat.

‎‎"Pelatihan ini adalah agar kader partai bisa memahami dan sekaligus bisa mengimplementasikan ideologi partai, dalam membangun ekonomi kerakyatan di tengah-tengah masyarakat sehingga rakyat mengetahui apa motivasi kita dalam berpartai," kata Hasto, dalam pengarahannya di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Rabu, 20/7)‎.

‎Hadir juga dalam pembukaan tersebut Ketua DPP Bidang Pertanian Mindo Sianipar dan beberapa anggota Fraksi PDIP di DPR serta para pakar di bidang pertanian dan ekonomi kerakyatan.

‎‎Dalam kesempatan itu, Hasto kembali mengingatkan bahwa penting bagi partai dalam upaya dan komitmen untuk membumikan Pancasila sebagai ideologi membumikan agama sebagai teori sosial dengan cara penerapan ekonomi kerakyatan yang berbasis dan berprinsip pada semangat gotong royong. Dan dalam menjalankan itu, PDIP tidak membeda-bedakan berdasarkan aspek ras, agama, maupun suku. Semua sama karena basisnya adalah prinsip kemanusiaan.

‎‎"Bagaimana mencegah terjadinya ketidakadilan adalah tugas ideologis kita. Ketika anda mengorganisir rakyat dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan, itulah sejatinya kerja-kerja menjalankan tugas ideologis kita," ujarnya.

‎‎Hasto kemudian menguraikan bagaimana PDIP selama ini telah menggembleng kader serta perwakilan kelompok masyarakat dalam pelatihan di Cariyu Bogor. Di sana, para kader dan peserta bisa praktik langsung di areal penangkaran padi lokal unggulan, bagaimana pembenihan dan pembesaran ikan tawar, bagaimana produksi abon dari kelinci, hingga instalasi biogas dan biodeg. 

‎‎‎"Kalau anda lulus Cariu, tidak hanya lulus sebagai calon rakyat,tetapi juga lulus sebagai rakyat itu sendiri," tegasnya.

‎‎Pelatihan ini, lanjut Hasto, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas teknis,tetapi juga meningkatkan kualitas ideologis sehingga dalam berpartai bisa memberikan jawaban bagi kondisi yang dialami oleh rakyat. Sikap politik PDIP hasil Kongres IV sangat jelas dan tegas keberpihakannya pada rakyat Marhaen sebagai kekuatan produksi nasional yang menopang berjalannya sistem ekonomi kerakyatan guna melakukan koreksi terhadap berjalannya sistem ekonomi neo-liberal dan neo-kapitalis.

‎‎Dalam konteks itu, PDIP sebagai partai terus memperjuangkan agar Negara wajib menjamin rakyat terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif, mendorong akses dan kepemilikan rakyat terhadap permodalan, informasi dan pasar demi memperkuat Usaha Kecil dan Menengah, mengembangkan industri kreatif (termasuk memberikan kepastian perlindungan berbentuk hak paten dan hak atas kekayaan intelektual), serta menggalakkan koperasi sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. ‎

‎Ketua BPEK, Efendi Sianipar mengatakan, pada awal pembentukannya, BPEK membawahi Badan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (BP2ER) dan Komunitas Tumbuh Bersama (KTB) yang sejak 24 Agustus 2005 telah melakukan pelatihan ekonomi rakyat, di Cariu, Bogor. Hingga saat ini, setidaknya sudah dilakukan sebanyak 46 kali pelatihan dengan jumlah alumni lebih dari 3000 peserta dari berbagai kota dan daerah di Indonesia. ‎Melalui program itu, PDIP membangun semangat kegotongroyongan, semangat keragaman, dan semangat kemanusiaan melalui bidang ekonomi.

‎‎"Semangat ekonomi kerakyatan adalah yang paling dekat dengan semangat kegotongroyongan, semangat kemanusiaan, dan semangat keragaman yang akan menciptakan suatu masyarakat yang tumbuh bersama," ungkap Efendi Sianipar.‎ [ysa] ‎

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya