Berita

haris azhar/net

Pertahanan

Kontras Curigai Dana Asing Untuk Pemberantasan Teroris

JUMAT, 15 JULI 2016 | 15:56 WIB | LAPORAN:

Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) meminta Mabes Polri untuk transparan soal sumber dana penanganan kasus terorisme selama ini.

Koordinator Kontras, Haris Azhar, mengaku sudah berkomunikasi dengan Mabes Polri untuk mengakses dana bagi Densus 88 Anti Teror Polri. Namun ia melihat ada perbedaan keterangan soal anggaran antara Mabes Polri dengan institusi lain yang ditelusuri Kontras.

"Ini menjadi catatan kenapa penanganan terorisme seperti di Poso hingga kini tak pernah selesai dan tidak ada jeda yang melibatkan TNI dan Polri. Memeriksa keuangan negara untuk penanganan terorisme menjadi penting," kata Haris di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (15/7).


Ia akui bahwa Kontras mencurigai ada dana asing yang ikut mendanai operasional Densus 88 selama ini.

"Apakah ada bantuan asing, mesti diperiksa," imbuhnya.

Kontras mendukung penuh evaluasi terhadap penanganan kasus terorisme. Dalam waktu 3 bulan ke depan, Kontras bersama para lintas tokoh yang tergabung dalam Tim Evaluasi Penanganan Terorisme akan memeriksa dan mengevaluasi penanganan terorisme selama ini.  

Haris menyebut Tim Evaluasi itu sebagai aset bangsa untuk memperbaiki cara kerja Polri dalam penanggulangan terorisme.

"Kapolri yang baru salah satu agendanya memajukan dan mengitensifkan operasi penanganan terorisme. Persoalannya adalah bukan sekedar (teroris) Santoso  tertangkap, tapi berani juga mengevaluasi kesalahan Polri di waktu lampau. Demi perbaikan ke depan," ucapnya. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya