Berita

Menkop: Makin Banyak "Bali Baru", Semakin Baik Untuk UMKM

KAMIS, 02 JUNI 2016 | 12:49 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menggelar rapat regional sebagai bagian upaya optimalisasi anggaran pembangunan koperasi dan usaha mikro kecil menengah atau UMKM.

Dalam rapat yang digelar di Sanur, Denpasar Selatan, Bali (Kamis, 2/6), Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, menjelaskan bahwa kementeriannya memiliki sembilan program unggulan yang harus didukung oleh pemerintah daerah.

"Program-program ini dan serapan anggarannya sangat memerlukan dukungan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi," kata Puspayoga.


Sembilan program yang mendesak agar anggarannya segera terserap yakni penyusunan database koperasi atau Nomor Induk Koperasi (NIK), akta notaris, optimalisasi peran KUD dalam distribusi pupuk, Izin Usaha Mikro Kecil Menengah (IUMK), hak cipta, kewirausahaan, Galeri Indonesia Wow, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan LPDB-KUMKM.

Ditambahkannya, amanat konstitusi menegaskan bahwa anggaran pusat maupun daerah adalah instrumen untuk mencapai tujuan nasional dan tujuan daerah.

"Politik perencanaan dan anggaran negara harus dikendalikan oleh tujuan dan manfaat yang akan dicapai, tidak seharusnya dikendalikan oleh ketersediaan anggaran atau karena tugas pokok dan fungsi," katanya.

Menurut dia, teknis penyusunan perencanaan dan anggaran adalah memastikan tujuan pembangunan dapat dicapai dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya baik pemerintah, swasta, dan perbankan, serta meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keadilan.

Puspayoga menekankan proses perencanaan dan penganggaran pada optimalisasi sumber daya dan peningkatan kualitas belanja untuk mencapai tujuan pembangunan.

Sembilan program prioritas kementeriannya merupakan program unggulan yang telah disesuaikan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah 2017 yakni memacu pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan pengembangan pariwisata yang erat kaitannya dengan sektor UMKM sebagai sektor pendukung. Ia mendukung upaya pengembangan 10 destinasi wisata baru, di luar Pulau Bali yang sudah mendunia, yang sekaligus mampu memberdayakan para pelaku koperasi dan UMKM di daerah-daerah.

"Kenapa saya bicara pariwisata karena ini erat kaitannya dengan pelaku UMKM. Semakin banyak 'Bali baru' berkembang, semakin baik untuk UMKM kita," ucapnya. [ald]

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Babak Baru Perang Iran-AS: Apa yang Berbeda?

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:40

Telkom AI Connect Dorong Lahirnya Talenta Digital yang Berguna bagi Industri

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:20

Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Sabet Sepatu Emas

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:11

Daftar 6 Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2030, Tuan Rumah Otomatis Melaju ke Putaran Final

Selasa, 21 Juli 2026 | 04:00

Pakar Fisika Ulas Konsep Mimpi secara Ilmiah

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Film Hope Na Hong-jin Tembus 1 Juta Penonton dalam 3 Hari, Pecahkan Rekor Box Office Korea 2026

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:53

Jangan Biarkan Indonesia Diceraiberaikan Perang Informasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:33

Tantangan Kembali ke UUD 1945

Selasa, 21 Juli 2026 | 03:13

TNI-Polri Gagalkan Perdagangan Timah Ilegal Senilai Senilai Ratusan Juta

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:55

Gibran Tak di Sebelah Prabowo

Selasa, 21 Juli 2026 | 02:40

Selengkapnya