Berita

Politik

Kiai Noer: Sudah Waktunya Ulama PPP Turun Gunung

SELASA, 17 MEI 2016 | 17:32 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

KH. Maimoen Zubair masih konsisten menolak tawaran PPP pimpinan Romahurmuziy (Romi) untuk menjadi Ketua Majelis Syariah Muktamar Pondok Gede.

Hal itu diungkapkan oleh KH. Noer Muhammad Iskandar, yang ditemui disela-sela rapat DPP PPP pimpinan Djan Faridz, Selasa (17/5).  

"Mbah Moen telah membuat Surat Pernyataan tidak bersedia menjadi Pengurus Muktamar Pondok Gede. Hal ini disampaikan beliau kembali ketika bertemu dengan pengurus PPP kubu Romi hari Senin kemarin (16/5) di Sarang," jelasnya.


Kiai Noer menjelaskan, hingga kini kiai dan ulama PPP tetap istiqomah terhadap kaidah 'Kembali kepada kebenaran itu lebih baik daripada berlarut-larut kepada kebatilan'.

"Muktamar yang benar itu telah diuji di Mahkamah Agung. MA sendiri telah memenangkan Muktamar Jakarta. Itu artinya apabila ada yang mendukung terhadap PPP Selain selain yang diputuskan MA, maka berarti mereka senang PPP berlarut-larut dalam kebatilan," ungkap Kiai Kharismatik ini.

"Inilah yang merusak Partai Persatuan Pembangunan".

Oleh karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah ini meminta agar seluruh kader PPP taat pada hukum dan terus merapatkan barisan. Sebab, dia yakin apabila hal itu dilakukan, PPP akan menjadi besar.

"Ulama PPP Sudah waktunya turun Gunung. Dalam waktu dekat ini kami akan menyelenggarakan Munas Alim Ulama' Partai Persatuan Pembangunan sebagai bagian untuk konsolidasi Nasional sekaligus mencari solusi problematika PPP dan problematika bangsa ini," tandasnya. [sam]

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya