Berita

Hadapi MEA, 500 Saudagar Muhammadiyah Berkumpul Dan Rapatkan Barisan Di Yogya

SENIN, 02 MEI 2016 | 04:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sekitar 500 orang saudagar Muhammadiyah akan berkumpul di Yogyakarta. Para saudagar dari seluruh penjuru tanah air dan dari berbagai latar belakang bisnis akan mengikuti acara Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah.

"Dalam database Muhammadiyah, para saudagar itu bergerak di berbagai sector, seperti: agribisnis, perkebunan, perikanan, kuliner, pangan olahan, industri kreatif, perdagangan, modern market dan lain-lain," jelas Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah, Pedri Kasman, dalam keterangannya (Senin, 2/5).

Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah ini merupakan salah satu dari tiga rangkaian event besar yang akan digelar MEK PP Muhammadiyah pada 12-15 Mei mendatang di hotel Sahid Rich Yogya di Hotel Sahid Rich Yogyakarta dan gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.


Dua event lainnya adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MEK PP Muhammadiyah dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk Koperasi Baitut Tamwil Muhammadiyah (Induk BTM).

Pedri Kasman menjelaskan untuk Rakernas akan dihadiri seluruh pengurus MEK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. Event ini dihelat dalam rangka konsolidasi organisasi, merumuskan program dan rencana strategis gerakan Ekonomi Muhammadiyah.

"Seperti diketahui, Muhammadiyah pada Muktamar ke-47 tahun 2015 lalu di Makassar menetapkan bahwa bidang Ekonomi menjadi pilar ketiga gerakan dakwah Muhammadiyah, setelah sukses di bidang pendidikan dan kesehatan," ucapnya.

Sementara RAT Induk BTM akan dihadiri lebih kurang 200 orang pengurus koperasi sekunder dan koperasi primer BTM atau BMT yang berada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah seluruh Indonesia.

"BTM atau BMT merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang berbadan hukum koperasi. Focus gerakannya adalah membantu pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah, termasuk para petani, peternak dan nelayan," tandasnya.

Dari ketiga rangkaian acara tersebut diharapkan akan terjadi deal-deal bisnis yang saling menguntungkan dan sinergis antar para saudagar dan penguatan jaringan dan sinergi bisnis menjadi sebuah keharusan dalam memenangkan persaingan.

"Sehingga diharapkan para saudagar Muhammadiyah dapat meningkatkan daya saing bisnis, profesionalisme usaha, penguatan jaringan bisnis dan siap bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," tandasnya.

Direncanakan acara tersebut dibuka Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Sutrisno Bachir (Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional/KEIN) dan Sri Sultan Hamengkubuwono X (Gubernur DIY).

Para pengisi acara diantaranya Dr. Anwar Abbas (Sekjen MUI/Ketua PP Muhammadiyah), M. Najikh (Ketua MEK PP Muhammadiyah yang juga CEO PT. Kelola Mina Laut), Irwan Hidayat (CEO PT. Sido Muncul Tbk), Achmad Zaky (Founder e-commerce Bukalapak.com). Di samping itu ada pengusaha nasional Beni Sutrisno, Yendra Fahmi, Nasyid Majidi. Termasuk Mayjen (Purn.) Muchdi PR yang sekarang menjadi salah satu penasehat atau Dewan Pakar MEK PP Muhammadiyah.  

Herry Zudianto, yang pernah menjabat Wali Kota Yogyakarta selama dua periode bertindak langsung sebagai Ketua Panitia.

Pertemuan ini juga akan dimeriahkan dengan expo dari para pebisnis Muhammadiyah tersebut. Panitia menyiapkan sedikitnya 50 stand pameran. Expo kali ini dikemas dalam format Business to Business. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Waspada Pemutihan Lahan Sawit Ilegal Secara Massal!

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:48

Pertemuan Eggi-Damai Lubis dengan Jokowi Disebut Diplomasi Tingkat Tinggi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:23

Sudewo Juga Tersangka Suap Jalur Kereta Api, Kasus Pemerasan Jadi Pintu Masuk

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Damai Lubis Merasa Serba Salah Usai Bertemu Jokowi dan Terima SP3

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:52

Putusan MK 234 Koreksi Sikap Polri dan Pemerintah soal Polisi Isi Jabatan Sipil

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:48

Khofifah: Jawa Timur Siap jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:25

The Game Changer Kedua

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:59

Persiden Cabut Izin 28 Perusahaan, Kinerja Kemenhut Harus Tetap Dievaluasi

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:45

Evakuasi Korban Pesawat Jatuh

Rabu, 21 Januari 2026 | 05:20

Pemerintah Diminta Perbaiki Jalan Rusak di Akses Vital Logistik

Rabu, 21 Januari 2026 | 04:59

Selengkapnya