Berita

NASARUDDIN UMAR:NET

Perempuan Yang Diungkap Al-Quran (63)

Al-Qur'an Membela Aisyah

SABTU, 23 APRIL 2016 | 09:29 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

NABI dalam keadaan ter­ganggu, Aisyah sudah da­lam keadaan sakit, dan masyarakat, khususnya umat Islam saat itu sedang bin­gung. Dalam keadaan sep­eti itu, Nabi memohon kepada Allah Swt agar kasus ini bisa diselesaikan dan me­nenteramkan semuanya. Akhirnya Jibril membawa wahyu dari Allah Swt untuk menjelaskan kasus ini. Tidak tanggung-tang­gung, Allah Swt membersihkan nama 'Aisyah denga menurunkan sembilan ayat, yaitu Q.S. al-Nur/24:11-20. Ayat tersebut sebagai berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mer­eka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang be­sar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bo­hong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: Ini adalah suatu berita bo­hong yang nyata. Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak men­datangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. Sekiranya tidak ada karunia dan rahmat Allah kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang ber­ita bohong itu. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu kata­kan juga dengan mulutmu apa yang tidak kamu ke­tahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal hal ini di sisi Allah ada­lah besar. Dan mengapa di waktu mendengar berita bohong itu kamu tidak berkata, Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita membicarakan ini. Maha Suci Eng­kau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar. Allah menasihatimu agar (jangan) kembali mem­perbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu beriman, dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya ke­padamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Dan sekiranya tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). (Q.S. al-Nur/24:11-20).

Setelah ayat-ayat tersebut turun, maka konsoli­dasi internal umat Islam saat itu langsung berubah. Nabi Muhammad Saw bertambah yakin terhadap kebenaran hasil investigasi yang dibentuknya, khususnya tim yang dipimpin oleh Usama ibn Zaid. Keluarga Aisyah ra, terutama keluarga besar Abu Bakar, bisa lebih lega karena anak kandungnya terkena fitnah. Umat Islam dari berbagai wilayah menjadi tenteram karena yang membersihkan nama baik Aisyah ialah sembilan ayat yang tegas. Orang-orang yang selama ini ragu terhadap kredibilitas ke­luarga Nabi menjadi yakin dengan turunnya kel­ompok ayat tersebut. Sebaliknya musuh-musuh Islam, khususnya kaum munafiq yang ditokohi sang provokator Abdullah ibn Ubay ibn Abi Salul, kehilangan gairah. Usaha untuk menggembosi progresifitas penyebaran Islam tidak berhasil.


Dengan turunnya ayat-ayat tersebut di atas justru kembali menampilkan Aisyah sebagai fig­ur populer yang sangat menentukan. Meskipun usianya masih sangat muda tetapi mampu me­nenggelamkan popularitas isteri-isterinya yang lain. Hal ini bisa kita lihat banyaknya hadis Nabi yang direkam melalui mulut Aisyah ra berjumlah 2210 hadis, urutan keempat setelah Abu Hurairah (5374), Abdullah ibn Umar (2630), Anas (2210) hadis. Bahkan Aisyah berani tampil berhadapan dengan Ali ibn Abi Thalib, suami dari putri suamin­ya, Nabi Muhammad Saw. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya