Berita

La Nyala Mataliti/net

Partai Oposisi: Kasus La Nyalla Sarat Politik

RABU, 30 MARET 2016 | 17:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penetapan status tersangka dan DPO (daftar pencarian orang) terhadap Ketua Umum PSSI La Nyalla Mataliti diduga kuat sarat akan kepentingan politik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Sekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade kepada redaksi beberapa saat lalu, Rabu (30/3).

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan La Nyalla Matalitti sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan korupsi pembelian saham "Initial Public Offering" Bank Jatim senilai Rp 5 miliar.


Menurut Andre, ada beberapa kejanggalan yang tidak Lazim terhadap penetapan tersangka oleh kejaksaan itu.

Andre membeberkan surat pemanggilan oleh kejaksaan kepada La Nyalla sudah diberikan tanggapan. La Nyalla, kata Andre, sudah mengirimkan surat pada kejaksaan akan hadir setelah adanya putusan praperadilan.

"Itu adalah murni haknya dari La Nyalla sebagai orang yang membela diri. Tetapi terlihat bahwa kejaksaan itu seakan akan menutup mata dan telinga tentang surat dari La Nyala dan membuat kesan La Nyalla ini sudah target operasi," beber anak buah Prabowo Subianto ini.

Anehnya lagi, lanjut Andre, Jaksa Agung mengatakan bahwa apapun hasil dari putusan praperadilan, kejaksaan akan menerbitkan sprindik baru sampai kapanpun, sehingga jika nanti kalah dalam prapradilan kejaksaan akan tetap mengeluarkan sprindik baru.

"Jelas ini kuat dugaan kalau La Nyalla ini memang sudah target untuk disingkirkan. Karena La Nyala adalah orang yang membuat malu pemerintah khususnya Menpora yang kalah atas keputusan MA yang terakhir dengan menyatakan PSSI tidak bersalah dan kesalahan ada pada pemerintah yang membuat FIFA menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia," kata Andre.

Lebih lanjut, Andre menyayangkan sikap pemerintah yang terlihat gagal menyingkirkan La Nyalla melalui pembekuan PSSI dan akhirnya membuat kegaduhan melalui jalur hukum.

"Ini jadi gaduh lagi. Padahal kasus tersebut sudah selesai dan inkrah karena sudah ada tersangka, uang barang buktinya juga sudah dikembalikan dan sudah terlihat jelas siapa yang salah, tetapi anehnya kejaksaan membuka kembali kasus tersebut. Politis sekali jadinya," tukas Andre. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya