Berita

hidayat nur wahid/net

Hidayat Minta Jamaah Haji Doakan Bangsa Indonesia

MINGGU, 27 MARET 2016 | 08:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ibadah Haji memberikan  kenikmatan yang luar biasa bagi mereka yang mengerjakan. Berapapun banyaknya seseorang sudah melaksanakan ibadah haji, ia pasti ingin mengulang dan mengulangnya kembali. Karena itu wajar jika jumlah calon jamaah haji terus bertambah.

Namun, ibadah haji harus dilakukan sesuai rujukan, yaitu Al-Quran dan Hadist. Haji tidak boleh dilakukan semaunya sendiri, apalagi sampai tidak sesuai dengan rujukannya. Karena ibadah haji memang memiliki terminologi syariah yang harus dilakukan secara ikhlas. Termasuk ikhlas mengikuti ketentuan syariah berhaji.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid saat menyampaikan ceramah di hadapan calon jamaah haji di lingkungan Bank Indonesia, di Masjid BI, Jakarta, Sabtu (26/3). Sebanyak 30 orang calon jamaah haji dikalangan karyawan BI itu rencanya akan diberangkatkan bersama oleh KBIH Baitul Ikhsan Masjid BI.


Karena itu kata Hidayat, tidak benar jika ada orang yang mengatakan bahwa haji bisa dilakukan cukup dengan niat. Atau haji bisa dilaksanakan di luar musim haji. Haji yang dilakukan di luar Makkah juga bukanlah haji yang benar. Karena semua itu, tidak sesuai syariah haji.

"Tidak boleh juga mengatakan, dari pada boros, lebih baik uangnya didepositokan, lalu hasilnya dipakai untuk membina anak yatim atau membantu masjid, itu jelas tidak sama dengan melaksanakan ibadah haji," ungkap Hidayat.

Intinya, lanjut Hidayat, haji harus dilakukan dengan ikhlas. Termasuk saat nanti sudah kembali dari berhaji. Harus terus bergaul dengan masyarakat, dan makin rajin beribadah.

"Jangan lupa, saat di Makkah untuk mendoakan bangsa Indonesia. Semoga Indonesia yang menghadapi berbagai kondisi darurat, ini bisa segera keluar dari berbagai persoalan yang menghimpitnya," tukas Hidayat. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya