Berita

hidayat nur wahid

Pimpinan MPR Minta Pemerintah Penuhi Janji Soal Kuota Haji

MINGGU, 27 MARET 2016 | 07:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan kegagalan Pemerintah untuk meminta penambahan kuota haji tahun 2016. Ia meminta Pemerintah untuk terus mengusahakan penambahan kuota bagi jamaah haji asal Indonesia. Jangan sampai, upaya meminta penambahan kuota haji, itu gagal karena upaya yang dilakukan pemerintah, terutama kementerian agama kurang maksimal.  

Pernyataan itu disampaikan Hidayat usai menyampaikan ceramah dihadapan calon jamaah haji di lingkungan Bank Indonesia, Sabtu (26/3).

Karena itu kata Hidayat, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin harus berusaha lebih keras lagi dalam meminta penambahan jatah kuota bagi jamaah haji Indonesia. Apalagi Menteri Agama pernah berjanji untuk meningkatkan kuota haji.


"Intinya harus diusahakan secara maksimal. Kalau sampai gagal, maka Menteri Agama juga harus memberikan penjelasan yang rasional kepada masyarakat. Apalagi, saat ini sebagian tempat ibadah haji itu sudah selesai diperlebar," kata Hidayat menambahkan.

Menyangkut ancaman musibah yang terus mengintai jamaah haji, Hidayat meminta seluruh jamaah haji istikamah. Dan terus bersikap hati-hati dalam  menjalankan prosesi ibadah. Karena musibah itu selalu mengintai dan tidak selamanya bisa dihindari.

"Tidak boleh takut. Di manapun musibah bisa terjadi. Di pesawat sampai di hotel sekalipun. Yang penting selalu berhati-hati, dan jaga kondisi aman. Serta terus mengikuti ketentuan yang sudah dibuat negara," tukas Hidayat menambahkan.

Beberapa waktu lalu, Pemerintah melalui Menteri Agama menyatakan bahwa kuota jamaah haji Indonesia pada 2016 gagal bertambah. Kegagalan ini melenceng dari janji yang pernah disampaikan Menteri Agama sendiri. Sebelumnya Pemerintah sempat mengatakan bahwa kuota haji tahun ini akan bertambah sebesar 20 persen.

Kementerian Agama menyatakan bahwa kuota jamaah Indonesia pada musim haji 1437H/2016M masih sama dengan tahun lalu yaitu 168.800 orang. Pada tahun ini, pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan pemotongan 20 persen dari kuota normal setiap negara pengirim jamaah haji. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya