Berita

foto:net

Pemerintah Bisa Bentuk Konsorsium BUMN Untuk Kelola Masela

MINGGU, 27 MARET 2016 | 06:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo telah memutus pengelolaan Blok Masela dilakukan di darat alias onshore. Keputusan ini sudah sesuai dengan sikap Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Namun dengan keputusan itu, ditenggarai kontraktor asing Inpex Corporation Blok Masela akan mengundurkan diri. Wakil Ketua Umum dan Koordinator Kadin Kawasan Timur Indonesia (KTI), Andi Rukman Karumpa meminta agar proyek ini jangan sampai terhenti di tengah jalan. Sebab itu, dia mengusulkan agar konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap-siap melanjutkan proyek ini.

"Sebenarnya, dia kalau mundur tidak masalah. Konsorsium BUMN harus siap mengambil alih proyek ini," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/3).


Namun Andi memperkirakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Blok Masela, Inpex Corporation, tetap akan mengelola proyek di Laut Arafura, Maluku, tersebut. Pasalnya, perusahaan Jepang itu telah mengalokasikan dana hingga US$ 2 miliar untuk persiapan eksplorasi di ladang gas terbesar di Indonesia itu.

Andi mengatakan, bila perusahaan Jepang tersebut mundur, pihaknya mendorong agar pengelolaan lapangan gas Masela di Maluku dikelola oleh sendiri oleh bangsa ini. Bila Blok Masela dapat diinvestasikan dan dikelolah sendiri, lanjut Andi, akan sangat besar berkontribusi bagi perekonomian negara. Andi mengatakan, bila dikelola oleh asing atau patungan dengan investor asing pendapatan pemerintah sekitar US$ 40 Miliar hingga US$ 51 Miliar dan dapat menumbuhkan perekonomian sekitar US$ 126 miliar.

Namun, bila dikelola sendiri, ucap Andi, cadangan gas tersebut dapat dipakai untuk memperkuat industri dalam negeri yang sering mengalami kelangkaan gas. Tak hanya itu, dana hasil ekspornya (DHE) akan lebih mudah dikendalikan dan diparikir di Tanah Air. "Ini belum termasuk TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri ), kita bisa kendalikan lagi," imbuhnya.

Dikatakannya, untuk mengelola dan berinvestasi di Blok Masela, pemerintah dapat membentuk konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Andi mengatakan, pemerintah tidak perluh khawatir soal sumber pembiayaan sebab lembaga keuangan di luar dan dalam negeri sangat berminat dengan proyek besar ini. "Banyak perbankan yang antri mau biayai proyek ini," terang Andi.

Sedangkan kompetensi melakukan eksplorasi, ada banyak konsultan dan tenaga ahli yang berseliweran di pasar tenaga ahli eksplorasi."Banyak tenaga ahlinya, konsultan juga ada. Tinggal kita saja yang kelola dan investasi" ujar dia.  

Sebelumnya, Institute Development of Economic and Finance (Indef) meminta agar pemerintah mengikutsertakan PT Pertamina (Persero) dalam pengelolaan Blok Masela, Maluku Utara. Seperti diketahui saat ini operator (existing operator) di blok tersebut yakni Inpex Corporation dan Royal Dutch Shell. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya